-
Nikita Mirzani menjalani sidang putusan kasus dugaan pemerasan dan TPPU di PN Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober 2025.
-
Ia dan tim kuasa hukumnya optimistis akan bebas, dengan dukungan penuh dari keluarga dan sahabat.
-
Dalam surat terbuka kepada hakim dan Presiden, Nikita menegaskan dirinya korban kriminalisasi dan berharap putusan yang adil.
Suara.com - Artis kontroversial Nikita Mirzani akan menghadapi momen penentuan nasibnya dalam sidang putusan kasus dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Sidang pembacaan amar putusan itu dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Selasa, 28 Oktober 2025.
Menjelang vonis krusial tersebut, perempuan berusia 39 tahun itu sempat menunjukkan keyakinan tingkat tinggi bahwa dirinya akan terbebas dari segala jerat hukum.
“100 persen (yakin bebas),” kata Nikita usai sidang pekan lalu.
Keyakinan Nikita bukan tanpa dasar, sebab ia merasa fakta-fakta yang terungkap selama persidangan seharusnya berpihak kepadanya.
“Kalau lihat dari fakta persidangan kan harusnya, harusnya bebas. Tapi ya, nggak tahu kan. Nanti hakim yang mulia menentukan,” ucapnya.
Kesiapan mental Nikita turut diamini oleh tim kuasa hukumnya, yang menyatakan sang klien sangat siap mendengarkan putusan hakim.
"Alhamdulillah, Niki sudah sangat siap menghadapi sidang," ujar kuasa hukum Nikita Mirzani, Usman Lawara saat dikonfirmasi pagi ini.
Dukungan moral juga dipastikan akan mengalir deras untuknya di ruang sidang, dengan kehadiran keluarga dan para sahabat.
Baca Juga: Nikita Mirzani Tuduh JPU Karang Cerita Fiktif, Tak Merasa Suruh Mail Ancam dan Peras Reza Gladys
"Insya Allah, sahabat, teman, keluarga akan datang," ucap Usman.
Namun, di tengah optimisme yang membara, Nikita juga menyiratkan kegelisahannya melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Majelis Hakim hingga Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kedua surat, ia menegaskan posisinya sebagai korban kriminalisasi, yang hanya berusaha menyuarakan kejujuran atas ulasan sebuah produk kecantikan dari Reza Gladys.
Surat itu menjadi curahan hati sekaligus harapan terbesarnya, agar palu keadilan diketuk dengan nurani dan kebijaksanaan.
“Saya menaruh harapan dan doa kepada Allah SWT dan bapak Yang Mulia Majelis Hakim yang arif dan bijaksana sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini, yang memeriksa, mengadili dan memutuskan, bahwa cahaya keadilan tidak akan pernah padam,” tutup Nikita Mirzani.
Berita Terkait
-
Perjalanan Kasus Pemerasan dan TPPU Nikita Mirzani vs Reza Gladys, Sidang Vonis Digelar Hari Ini
-
Dituntut 11 Tahun Penjara, Nikita Mirzani Buka Data ICW Terkait Tuntutan Ringan ke Koruptor
-
Isi Surat Nikita Mirzani untuk Prabowo Jelang Sidang Vonis
-
Merasa Keterlaluan Dituntut 11 Tahun Penjara, Nikita Mirzani: Apa Keadilan Diukur dari Amarah JPU?
-
Tuntut Keadilan, Nikita Mirzani Tulis Surat Terbuka untuk Hakim Jelang Sidang Vonis Besok
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123