-
D’Masiv resmi menjadi band independen setelah 23 tahun berkarier dan akan memulai “era baru” pada Januari 2026.
-
Mereka menyiapkan langkah ini sejak lama dan kini membangun perusahaan sendiri yang mengelola musik hingga bisnis kreatif lain.
-
Sebagai band independen, D’Masiv menggarap album berbahasa Inggris di Los Angeles sebagai simbol kemandirian dan ekspansi internasional.
Suara.com - Grup band D'Masiv resmi mengumumkan langkah besar dalam perjalanan karier mereka yang telah menginjak usia 23 tahun.
Setelah menyelesaikan kontrak dengan label mayor, Rian Ekky Pradipta cs kini mantap menapaki jalur independen dan siap meluncurkan album berbahasa Inggris yang digarap di Los Angeles, Amerika Serikat.
Keputusan ini menandai "era baru" bagi band pelantun "Cinta Ini Membunuhku" tersebut, yang akan dimulai secara resmi per Januari 2026 mendatang.
"Januari itu sudah menjadi era barunya D'Masiv. Karena kita kemarin pas kita rekaman, kita udah bikin hashtag tuh, 'D'Masiv New Era'," ungkap Rian D'Masiv dalam sesi wawancara di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Langkah untuk menjadi band independen ini bukanlah keputusan dadakan. Rian menjelaskan, persiapan sudah dilakukan secara matang sejak dua tahun terakhir, bahkan saat pandemi Covid-19 melanda.
Alih-alih bingung setelah lepas dari naungan label, D'Masiv justru telah membangun "kerajaan bisnis" mereka sendiri.
"Kita kan udah jadi perusahaan ya. Jadi, kita udah ada rules-nya, kita semua pemegang sahamnya juga. Kita memang benar-benar, sekarang udah bukan cuma band, tapi kita udah jadi badan hukum," jelas Rian.
Perusahaan yang mereka bangun tidak hanya mengurusi musik D'Masiv, tetapi juga berekspansi ke berbagai lini bisnis lain di industri kreatif. Mulai dari divisi merchandise, agensi, hingga bisnis aggregator dan publishing.
"Kita mencoba untuk expand. Jadi, hasil dari apa yang sudah kita dapat selama ini, kita kumpulin, kayak kemarin kita rekaman ya, itu kan hasil dari kita berjuang dari dulu," tambahnya.
Baca Juga: Culture Wars Hadirkan Lagu Baru, Gambarkan Perjalanan Pahit-Manis Kehidupan
Dengan menjadi independen, D'Masiv kini memegang kendali penuh atas arah karier mereka. Salah satu buktinya adalah proyek album internasional yang digarap dengan biaya pribadi.
Bagi Rian, ini adalah sebuah investasi yang perhitungannya sudah sangat jelas.
"Kali ini kita mengurusi diri kita sendiri dan itu ternyata menyenangkan. Kita jadi tahu bayar produser berapa, biaya kita rekaman tuh berapa. Kita semua yang tahu," tutur Rian.
Menurutnya, menjadi musisi independen adalah tren yang sudah lumrah di kalangan musisi besar dunia seperti Taylor Swift, Bruno Mars, hingga Metallica. Baginya, ini adalah waktu yang tepat bagi D'Masiv untuk menentukan arah mereka sendiri.
"Secara mental kita sudah sangat siap untuk menjadi band yang independen," pungkasnya.
Berita Terkait
-
D'Masiv Umumkan Era Baru: Rilis Album Berbahasa Inggris dan Tur Konser di 4 Kota
-
Jakvegas Kembali, Gugun dan Bimo Padukan Blues dan Aransemen Modern di Lagu "SAYA"
-
Seno Aji Hengkang dari Band Radja untuk Kedua Kalinya, Ungkap Komunikasi Sudah Tak Sejalan
-
Ogah Kompromi, Seringai Pastikan Tak Akan Kembali ke Spotify
-
Innalilahi, Armand Maulana Umumkan Berita Duka
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
-
Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?
-
Viral Lewat Lagu Die on This Hill, Sienna Spiro Gebrak Panggung The Icon Indonesia Malam Ini
-
Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid
-
Ada Sisi Humanis Hantu Tanpa Kepala di Film The Bell Panggilan untuk Mati
-
Sinopsis Film Verity, Kolaborasi Panas Anne Hathaway dan Dakota Johnson
-
Sinopsis The Generals: Film Politik Korea Bakal Tayang di Netflix, Dibintangi Ji Chang Wook