Entertainment / Gosip
Selasa, 06 Januari 2026 | 14:54 WIB
Manohara Odelia Pinot meminta media untuk tidak lagi menyebut dirinya mantan istri Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry. [Instagram]

Suara.com - Lama tak terdengar kabarnya, Manohara Odelia Pinot mendadak mengunggah surat terbuka yang ditujukan untuk media Indonesia dan platform digital melalui akun Instagramnya.

Manohara dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak ingin disebut sebagai "mantan istri" Pangeran Kelantan dalam pemberitaan yang selama ini beredar.

"Selama bertahun-tahun, saya telah berulang kali disebut dalam artikel dan berita utama sebagai 'Mantan Istri [kosong]' tulis Manohara pada Senin (5/1/2026).

Adapun alasan Manohara tidak ingin disebut mantan istri karena pernikahan yang terjadi sebelumnya bukan berdasarkan kesepakatan antara dua belah pihak dan jauh dari kata romantis.

"Saya menulis untuk dengan hormat menjelaskan bahwa deskripsi ini tidak akurat dan menyesatkan. Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan konsensual, dan bukan perkawinan sah,” katanya.

Lebih lanjut, Manohara menegaskan bahwa saat itu dirinya menikah di bawah umur dan di bawah paksaan.

Oleh karena itu, dia tidak berkenan jika disebut sebagai mantan istri karena pernikahan yang dibangunnya bukan berlandaskan perasaan dan hubungan yang sah.

"Menggunakan istilah 'Mantan istri' berarti hubungan dan pernikahan yang sah, sukarela, dan dewasa. Implikasi itu salah. Ini membingkai ulang situasi paksaan sebagai hubungan yang sah dan mendistorsi realitas apa yang terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Kamar Inap Hotman Paris di RS Singapura Capai Rp 190 Juta Per Malam: Tapi Semua Tak Ada Arti, Sepi di Hati!

Melalui surat terbuka itu, Manohara meminta agar media media dan platform digital, untuk berhenti menggunakan label "mantan istri" yang merujuk kepada dirinya.

Ia menilai kesalahan penyebutan label tersebut menandakan jurnalisme yang tidak etis.

Manohara lalu menegaskan bahwa permintaannya tersebut bukan sekadar penegasan soal kisah masa lalunya yang kelam, melainkan soal etika.

Manohara menolak disebut mantan istri Pangeran Kelantan (Instagram/manodelia)

"Permintaan ini bukan tentang mengunjungi kembali masa lalu. Ini tentang akurasi, etika, dan penggunaan bahasa dan konteks yang bertanggung jawab," imbuhnya.

Di akhir unggahannya, Manohara meminta siapapun berhati-hati dalam menulis berita, karena setiap kata yang ditulis memiliki konsekuensi.

Selain itu, ia juga beranggapan bahwa setiap korban layak menjelaskan kejadian yang sebenarnya dengan cara yang jujur dan bermartabat.

Load More