- Ibu angkat menyebut Ressa diserahkan oleh nenek Denada di sebuah hotel di Surabaya pada tahun 2002 saat masih berusia 10 hari.
- Pihak keluarga Denada disebut sempat menjanjikan bantuan biaya kebutuhan bayi, namun pengakuan ibu angkat menyatakan hal itu tidak pernah terwujud.
- Karena pihak Denada tiga kali mangkir mediasi, kuasa hukum Ressa menantang pembuktian ilmiah melalui tes DNA untuk memastikan status biologis secara hukum.
Suara.com - Pihak Ressa Rizky Rossano akhirnya membeberkan detail kronologi penyerahan bayi yang terjadi 24 tahun silam, di tengah bergulirnya gugatan penelantaran anak terhadap penyanyi Denada.
Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Januari 2026, Ratih, selaku ibu angkat menceritakan momen pertemuan pertamanya dengan Ressa di Surabaya pada 2002 atau 24 tahun silam.
Ratih mengungkapkan bahwa Ressa diserahkan kepadanya saat masih berusia sepuluh hari. Proses penjemputan dilakukan di sebuah hotel dekat Bandara Surabaya.
Namun, dalam momen tersebut, sosok Denada justru tidak terlihat di lokasi. Jika klaim ini benar, ketika itu Denada berarti berusia 23 tahun.
"Tahun 2002. Umur 10 hari. Waktu itu masih di Bandara Surabaya sebelum ada (Denada). Jadi dijemput sama bapaknya Ressa dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel," jelas Ratih kepada awak media.
Menurut pengakuan Ratih, bayi tersebut diserahkan langsung oleh pihak keluarga Denada, tepatnya nenek kandung sang penyanyi.
Saat itu, keluarga Denada sempat memberikan janji manis mengenai biaya kebutuhan sang bayi yang ternyata tidak pernah terealisasi.
"Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan. Neneknya, buyutnya Ressa ini. Katanya dulu 'Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan', ini itu, tapi enggak ada semua," bebernya.
Selama puluhan tahun merawat Ressa, Ratih mengaku selalu berusaha menutupi fakta ini agar Ressa tidak merasa dibuang. Dia bahkan kerap membantah omongan tetangga yang menyebut Ressa adalah anak Denada.
Baca Juga: Ressa Rizky Ngaku Iri Lihat Perjuangan Denada untuk Aisha: Aku Cuma Ingin Cium Kaki Ibu...
"Tapi saya tetap menutup-nutupi. Saya bilang 'Enggak, kamu lahir dari perut Mama'. Sampai sekarang saya enggak pernah ngomong kalau ini anaknya orang lain. Tapi dia cari kebenaran itu sendiri," tambah Ratih.
Siap Buktikan Lewat Tes DNA
Di sisi lain, proses hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi berjalan alot lantaran pihak Denada dikabarkan sudah tiga kali mangkir dari agenda mediasi.
Menyikapi hal ini, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menegaskan kesiapannya untuk melangkah ke pembuktian ilmiah jika jalur kekeluargaan terus menemui jalan buntu.
Ronald menyatakan bahwa pihaknya tidak ragu untuk melakukan tes DNA guna membuktikan status biologis Ressa secara hukum.
"Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure, ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada. Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja," tegas Ronald.
Dia meyakini hasil tes DNA akan menjadi bukti pamungkas yang tidak bisa disanggah, mengingat tingkat akurasinya yang sangat tinggi.
"Langkah akhir yang saya ambil harusnya ya Tes DNA. Di mana akurasi datanya kan sudah 99,99 persen. Kalau itu pun yang akan diambil, ya sudah. Saya cuma butuh putusan pengadilan. Terlepas nanti akibatnya gimana, saya hanya menjaga hak anak ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bruno Moreira Resmi Tinggalkan Persebaya, Siap Lanjutkan Karier di Luar Indonesia
-
Kontrak Francisco Rivera Diperpanjang Persebaya, Bernardo Tavares Beberkan Catatan Evaluasi
-
Lapas Surabaya Hadirkan Wartelsuspas Digital untuk Warga Binaan
-
Tak Diperpanjang Klub, Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya Surabaya
-
Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Iwan Fals, Dewa 19, dan NDX AKA Bakal Ramaikan +62 Coffee R-I Fest 2026
-
Penyidikan Kasus Hanania Travel Terus Berjalan, Anwar BAB Kembalikan Uang Saku Rp30 Juta
-
2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat
-
Lastri: Arwah Kembang Desa Jadi Persembahan Terakhir Gary Iskak untuk Film Horor Indonesia
-
Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa
-
John Wich: Chapter 4, Misi Keanu Reeves Hancurkan The High Table, Malam Ini di Trans TV
-
Dokumenter Rachel Nickell: Skandal Salah Tangkap Paling Kontroversial di Inggris, Baru di Netflix
-
Poster dan Trailer Resmi Dirilis, Bayang-Bayang Arwah Lastri Siap Tebar Teror Mulai 16 Juli 2026
-
Steven Spielberg Kembali dengan 'Disclosure Day': Misteri Alien yang Lebih dari Sekadar Fiksi
-
Terseret Kasus Hanania Travel, Praz Teguh: Kami Bayar Rp958 Juta!