Entertainment / Gosip
Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:30 WIB
Wulan Guritno, Joe Taslim, Winky Wiryawan, hingga Shalom Razade menghadiri acara Plan Indonesia yang baru saja melakukan voluntrip ke NTT. Dari kunjungan tersebut mereka tersadar sulitnya akses air bersih. [Tiara Rosana/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Wulan Guritno menyoroti kondisi fasilitas sanitasi buruk di Manggarai, NTT, menyebabkan siswi absen saat menstruasi.
  • Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Voluntrip bersama Plan Indonesia, ZAP Clinic, dan Lee Management pada Februari 2026.
  • Aktor lain seperti Joe Taslim mengungkap sulitnya akses air bersih, di mana siswa harus berjalan jauh untuk mendapatkannya.

Melalui program Safe Schools, Plan Indonesia berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif. Renovasi yang dilakukan mencakup perbaikan ruang kelas, pembangunan toilet ramah perempuan, hingga penyediaan sumber air bersih.

Selain persoalan sanitasi, akses air bersih juga menjadi sorotan aktor Joe Taslim, yang sudah dua kali mengikuti program voluntrip ke NTT.

Menurut Joe, anak-anak di Manggarai harus berjalan kaki sejauh dua hingga tiga kilometer sebelum dan sesudah sekolah hanya untuk mengambil air bersih.

"Di sana, air bersih sangat terbatas dan kualitasnya tidak higienis. Listrik kadang ada kadang tidak, begitu juga wi-fi. Anak-anak kalau mau mandi harus jalan dua sampai tiga kilometer bawa ember, setiap hari tiga kali sehari," cerita Joe.

Satu detail kecil yang sangat membekas bagi tim relawan adalah ketiadaan botol minum di sekolah. Wulan Guritno menambahkan pengamatan Joe tersebut.

"Coba lihat, tidak ada satu pun anak yang bawa botol minum ke sekolah. Berarti bayangkan betapa berharganya air bersih di sana. Mereka harus menahan haus dari berangkat sekolah sampai nanti pulang ke rumah," tuturnya.

Keterlibatan figur publik dalam inisiatif ini diharapkan dapat memperluas perhatian publik terhadap persoalan pendidikan di daerah terpencil.

Managing Director Lee Management, Bucie Lee, menyatakan bahwa pengaruh para talenta dapat menjadi jembatan untuk menyuarakan isu-isu yang selama ini luput dari perhatian masyarakat kota besar.

Hal ini juga disampaikan Chief Business Officer ZAP Clinic, Syarif Assegaf.

Baca Juga: LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa

"ZAP punya visi Improve Quality of Life. Melalui program CSR ini, kami ingin berkontribusi lebih dari sekadar perbaikan fisik. Kami melibatkan langsung karyawan agar mereka merasakan bangga menjadi bagian dari perubahan ini," kata Syarif.

Dia menjelaskan bahwa ZAP menyisihkan sebagian pendapatan dari setiap treatment klien untuk mendukung program tersebut secara berkelanjutan.

Selain bantuan fisik, sejumlah figur publik seperti Winky Wiryawan, Kenes Andari, dan Shalom Razade juga terlibat dalam program Child Sponsorship yang dijalankan Plan Indonesia.

Shalom, putri Wulan Guritno, bahkan memutuskan menjadi orangtua asuh bagi seorang anak di NTT setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Aku ketampar banget. Dengan fasilitas yang sangat tidak layak, mereka masih semangat belajar. Ini cara untuk mengajak anak muda lebih aware dan membantu teman-teman kita di sana," kata Shalom.

Sementara itu, Winky Wiryawan yang telah tiga tahun menjadi sponsor anak melalui Plan Indonesia menekankan pentingnya komitmen jangka panjang.

Load More