Entertainment / Gosip
Senin, 09 Maret 2026 | 19:30 WIB
Komika atau pelawak tunggal Pandji Pragiwaksono berjalan untuk memenuhi panggilan klarifikasi di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz]
Baca 10 detik
  • Pandji Pragiwaksono akan merilis buku Mens Rea pada April mendatang untuk membedah data dan argumen di balik setiap materi komedinya.
  • Buku ini berfungsi sebagai ruang klarifikasi mendalam agar publik memahami konteks dan sudut pandang penulis guna menghindari kesalahpahaman.
  • Proyek ini menjadi langkah nyata Pandji dalam merespons diskursus publik secara lebih terstruktur dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono memastikan pertunjukan spesialnya yang bertajuk Mens Rea segera diadaptasi ke dalam bentuk buku.

Pengumuman ini disampaikan Pandji usai menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus adat Toraja di Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 9 Maret 2026.

Rencananya, buku tersebut akan diluncurkan pada April mendatang melalui penerbit Bentang Pustaka.

Pandji menjelaskan bahwa buku ini bukan sekadar salinan materi panggung, melainkan bedah argumen dan data yang mendasari setiap jokes yang dia bawakan.

"Iya betul, Mens Rea akan hadir dalam bentuk buku yang kelihatannya akan rilis sekitar bulan April. Isinya adalah naskah dari joke-nya dengan data dan fakta yang mendasari joke-nya dan pendapat saya akan joke tersebut," kata Pandji Pragiwaksono kepada awak media.

Keputusan untuk membukukan materi stand up ini diambil karena besarnya diskursus yang terjadi di tengah masyarakat.

Pria 46 tahun tersebut ingin memberikan ruang bagi publik untuk memahami konteks dan argumen di balik setiap kalimat yang dia lontarkan di atas panggung.

"Biar lebih dari sekadar materi pertunjukan ya, lebih daripada sekadar acara lawaknya, orang memahami argumen-argumen di balik joke yang ada di Mens Rea. Penginnya diskusi itu dijelaskan dari sudut pandang saya sebagai pemilik pertunjukan," lanjutnya.

Buku ini juga disebut sebagai bentuk klarifikasi yang lebih mendalam dibandingkan karya-karya sebelumnya. Pandji menyebut proyek ini sebagai wujud yang lebih serius dalam merespons tanggapan publik atas karya komedinya.

Baca Juga: Materi Toraja Jadi Kasus, Pandji Pragiwaksono Janji Perbaiki Menulis Jokes

"Kenapa Pandji bikin pertunjukan ini, apa yang dimaksud dengan kalimat ini, itu semua dijelaskan di buku tersebut. Bisa dianggap seperti itu (klarifikasi), tapi buat saya ini sebuah wujud yang lebih serius dari Mens Rea," tegas ayah dua anak ini.

Pemeriksaan Pandji di Bareskrim sendiri berkaitan dengan materi komedi lawasnya tentang tradisi pemakaman di Toraja yang kembali viral pada akhir 2025.

Meski kasus tersebut telah menempuh jalur sidang adat pada Februari lalu, proses hukum di kepolisian masih terus berjalan.

Melalui buku Mens Rea, Pandji berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang berujung pada keriuhan di masa depan.

"Saya malah berharap buku ini bisa membantu memberi kejelasan saja di antara masyarakat sehingga nggak perlu lagi terjadi kesalahpahaman," tutup Pandji Pragiwaksono.

Load More