Entertainment / Gosip
Senin, 20 April 2026 | 08:43 WIB
Ndhank Surahman eks gitaris Stinky. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Mantan gitaris Stinky, Ndhank Surahman, meninggal dunia akibat pecahnya pembuluh darah di otak pada Sabtu, 18 April 2026.
  • Almarhum rencananya akan dimakamkan di Manado, Sulawesi Utara, namun waktu pelaksanaannya masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga.
  • Ndhank wafat sebelum merilis karya musik terbaru bersama band barunya yang proses rekamannya telah dinyatakan rampung sepenuhnya.

Suara.com - Berpulangnya mantan gitaris band Stinky, Ndhank Surahman pada Sabtu, 18 April 2026 lalu, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan juga penggemar.

Sang saudara kembar, Edo Surahim, kemudian buka suara membeberkan riwayat penyakit hingga impian terakhir sang musisi yang gagal terwujud.

Dihubungi oleh awak media pada Minggu, 19 April 2026, Edo mengungkap bahwa pencipta tembang legendaris "Mungkinkah" tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan medis.

Kondisi kesehatannya merosot tajam akibat serangan stroke.

"Itu dirawat baru tiga hari. Awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh darah di otak pecah," jelas Edo.

Ndhank Surahman (YouTube)

Terkait lokasi peristirahatan terakhir, Edo menyebut almarhum rencananya akan dikebumikan di Manado, Sulawesi Utara. Namun, dirinya yang saat ini masih berada di Tangerang belum bisa memastikan kapan prosesi pemakaman berlangsung. 

"Kapannya saya masih tunggu konfirmasi dari istrinya," tambahnya.

Kepergian yang mendadak ini terasa semakin pilu lantaran Ndhank rupanya tengah menyiapkan amunisi baru untuk kembali ke belantika musik Tanah Air. 

Edo menceritakan, obrolan terakhirnya dengan sang kembaran didominasi oleh proyek band baru bernama Note n Sound.

Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah

Grup musik anyar ini dibentuk almarhum bersama eks vokalis Zigas, Zoker, dan gitaris Orange, Ryan. Proses rekamannya pun sebenarnya sudah rampung, tinggal menunggu lampu hijau dari label rekaman.

"Tadinya dia berharap jalan dengan band barunya. Sudah recording, tapi tunggu konfirmasi dari salah satu label besar, masih belum ada kabar juga. (Single-nya) belum rilis," kenang Edo menutup perbincangan.

Impian pejuang hak cipta royalti itu kini harus terhenti. Mahakarya serta dedikasi sang musisi pada industri musik Indonesia akan terus dikenang meski raganya telah tiada.

Load More