Entertainment / Gosip
Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB
Syekh Ahmad Al Misry memberi klarifikasi terkait tudingan pelecehan terhadap sejumlah santri. [Instagram]

Suara.com - Syekh Ahmad Al Misry akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan pelecehan seksual terhadap santri yang menyeret namanya.

Melalui sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya @ahmad_almisry2, pendakwah yang telah menjadi warga negara Indonesia tersebut memberikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan tersebut.

1. Kronologi Keberadaan dan Status Hukum

Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa dirinya sudah berada di luar negeri saat peristiwa yang dituduhkan ramai diperbincangkan.

Publik menilai bahwa ia sengaja kabur ke luar negeri demi menghindari hukuman. Namun ia menegaskan bahwa kepergiannya ke Mesir adalah untuk menemani sang ibu berobat.

"Ini klarifikasi saya kepada saudara kaum muslimin muslimat yang berada di Indonesia dan wilayah lainnya," kata Syekh Ahmad Al Misry.

"Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tangga 15 Maret 2026, dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," katanya menyambung.

Dia juga menyampaikan bahwa panggilan dari kepolisian baru diterima setelah dirinya berada di Mesir selama beberapa waktu.

"Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," imbuhnya.

Baca Juga: Ada Ancaman Pembunuhan dan Intimidasi Jenderal di Balik Kasus Asusila Syekh Ahmad Al Misry

Meski berada di Mesir, ia mengaku tetap kooperatif dan tetap memberikan kesaksian kepada penyidik.

Syekh Ahmad Al Misry (Instagram/ahmad_almisry2)

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya para penyidik yang memberikan kesempatan menyampaikan kesaksian saya secara online," ucapnya.

Ia pun menegaskan statusnya dalam kasus tersebut adalah sebagai saksi, bukan tersangka seperti yang diberitakan

"Dan alhamdulilah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang," ujarnya.

2. Bantahan Tuduhan Pelecehan

Dalam poin kedua klarifikasinya, Syekh Ahmad Al Misry dengan tegas membantah tuduhan pelecehan terhadap santri. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai fakta.

"Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," katanya menegaskan.

Ia menekankan bahwa seluruh bukti yang dimiliki telah diserahkan kepada pihak berwenang melalui kuasa hukumnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusannya dalam menghadapi tuduhan yang menurutnya tidak benar.

3. Bantahan Tuduhan Fitnah Lainnya

Selain tuduhan pelecehan, ia juga menyoroti adanya narasi lain yang dianggapnya sebagai fitnah keji. Tuduhan tersebut bahkan menyentuh aspek sensitif dalam ajaran agama.

"Yang terakhir tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim adalah fitnah terhadap Rasulullah Muhammad SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib," tuturnya.

Syekh Ahmad Al Misry juga menyinggung narasi lain yang dinilai tidak benar,  soal pernyataannya terhadap Imam Syafi’i.

"Dan Imam Syafii bahwasannya beliau kalau masih ada di zaman sekarang bisa ikut menonton video yang tidak senonoh. Itu adalah fitnah dan dusta yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai muslim," katanya.

"Dan saya minta kepada ustaz yang menyebarkan informasi tersebut, demi Allah saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam," imbuhnya.

Syekh Ahmad Al Misry juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengaku mengenalnya namun menyebarkan informasi yang tidak benar.

"Dan banyak yang mengatakan bahwasanya mereka mengenal diri saya, mereka tahu karakter saya, orang-orang tersebut tidak pernah berjumpa dengan saya," katanya.

Ia menutup klarifikasinya dengan kritik terhadap sebagian pihak yang dinilai tidak melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi.

"Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarkan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya padahal nomor kontak saya ada sama mereka," tuturnya.

Sebelumnya, kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan Syekh Ahmad Al Misry diungkap oleh Ustaz Abi Makki, yang mengaku mewakili para korban.

Ustaz Makki mengungkap sejumlah modus Syekh Ahmad dalam menjerat korbannya. Salah satunya dengan mengiming-imingi para korban, yang kebanyak santri, untuk sekolah ke Mesir.

Syekh Ahmad Al Misry bahkan mencatut nama Rasulullah SAW dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, terkait tindakan bejat tersebut.

Selain itu, menurut Ustaz Abi Makki yang kembali mengungkap kasus ini adalah artis sekaligus Ustazah Oki Setiana Dewi yang mewawancarai langsung korban.

Kontributor : Rizka Utami

Load More