Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria tengah dipukuli sejumlah orang hingga babak belur.
Insiden tersebut terjadi di kawasan Stasiun Bogor pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Berdasarkan keterangan yang beredar, pria itu disebut-sebut kerap meminta jatah alias memalak pengamen dan tukang ojek yang mangkal di sekitar lokasi.
Dalam video, pria tersebut tampak tak berdaya saat dikeroyok, bahkan bajunya sampai terlepas akibat amukan massa yang terlihat emosi.
Pria tersebut juga tampak melindungi wajahnya agar tak kena sasaran pukulan pengeroyok.
Meski sudah mencoba berlari, usaha pria itu sia-sia karena massa mengejarnya dan kemudian kembali menghajarnya tanpa ampun.
Sejumlah orang di sekitar lokasi tampak menyaksikan kejadian itu tanpa bisa berbuat banyak karena jumlah pelaku pengeroyokan cukup banyak.
Seorang petugas keamanan sempat mencoba melerai dan menyelamatkan pria tersebut, namun upayanya tidak berhasil menghentikan amukan warga yang sudah terlanjur tersulut emosi.
“Katanya doi suka malak pengamen, kalau nggak dikasih gitarnya dirusakin. Terus malak tukang ojek, kalau nggak dikasih rese,” kata si perekam video dikutip pada Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga: Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
Tak berselang lama, situasi akhirnya mereda setelah pengeroyokan berhenti.
Pria yang diduga sebagai preman itu tak terlihat dalam video, sementara orang-orang yang terlibat dalam aksi pemukulan perlahan membubarkan diri dari lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung tindakan massa sebagai bentuk pelampiasan kekesalan terhadap aksi premanisme, namun tak sedikit pula yang menyayangkan karena dinilai melanggar hukum.
“Usul! Kepada pengadilan Tipikor, Bentuk hukuman bagi koruptor adalah dihukum diserahkan kepada massa untuk dihajar dilapangan terbuka,” tulis akun @Hbian***.
“Contoh untuk daerah lain. Biar bersih dari premanisme dan koruptor sekalian, hajar massa,” kata akun @DeniA***.
“Sedih kali liatnya ges. Kenapa jadi pada main hakim sendiri sih?” imbuh akun @bibli***.
“Kalau udah gabisa di omongin pake baik baik yaa berarti maunya pake hukum rimba aja,” ujar akun @quiet***.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Minta Maaf Soal Renovasi Mewah, Cincin Blue Sapphire Gubernur Rudy Mas'ud Malah Bikin Gagal Fokus
-
Dapat Uang Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi Usai Dibully, Guru Atun Malah Sumbangkan ke Anak Yatim
-
Viral Anak Angkat Dituding Tak Tahu Balas Budi Usai Jadi Sarjana, Fakta Ibu Kandung Bikin Geger
-
Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis
-
Berani Kritik Pedas Sherly Tjoanda, Siapa Nazlatan Ukhra?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim