Entertainment / Gosip
Selasa, 28 April 2026 | 15:56 WIB
Diduga sering palak pengamen dan ojol, preman diamuk warga [X/creepyroom]

Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria tengah dipukuli sejumlah orang hingga babak belur.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Stasiun Bogor pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Berdasarkan keterangan yang beredar, pria itu disebut-sebut kerap meminta jatah alias memalak pengamen dan tukang ojek yang mangkal di sekitar lokasi.

Dalam video, pria tersebut tampak tak berdaya saat dikeroyok, bahkan bajunya sampai terlepas akibat amukan massa yang terlihat emosi.

Pria tersebut juga tampak melindungi wajahnya agar tak kena sasaran pukulan pengeroyok.

Meski sudah mencoba berlari, usaha pria itu sia-sia karena massa mengejarnya dan kemudian kembali menghajarnya tanpa ampun.

Sejumlah orang di sekitar lokasi tampak menyaksikan kejadian itu tanpa bisa berbuat banyak karena jumlah pelaku pengeroyokan cukup banyak.

Seorang petugas keamanan sempat mencoba melerai dan menyelamatkan pria tersebut, namun upayanya tidak berhasil menghentikan amukan warga yang sudah terlanjur tersulut emosi.

“Katanya doi suka malak pengamen, kalau nggak dikasih gitarnya dirusakin. Terus malak tukang ojek, kalau nggak dikasih rese,” kata si perekam video dikutip pada Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Tak berselang lama, situasi akhirnya mereda setelah pengeroyokan berhenti.

Diduga sering palak pengamen dan ojol, preman diamuk warga [X/creepyroom]

Pria yang diduga sebagai preman itu tak terlihat dalam video, sementara orang-orang yang terlibat dalam aksi pemukulan perlahan membubarkan diri dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini pun langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung tindakan massa sebagai bentuk pelampiasan kekesalan terhadap aksi premanisme, namun tak sedikit pula yang menyayangkan karena dinilai melanggar hukum.

“Usul! Kepada pengadilan Tipikor, Bentuk hukuman bagi koruptor adalah dihukum diserahkan kepada massa untuk dihajar dilapangan terbuka,” tulis akun @Hbian***.

“Contoh untuk daerah lain. Biar bersih dari premanisme dan koruptor sekalian, hajar massa,” kata akun @DeniA***.

“Sedih kali liatnya ges. Kenapa jadi pada main hakim sendiri sih?” imbuh akun @bibli***.

Load More