Tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 Apriil 2026 membawa duka mendalam.
Tragedi yang terjadi sekitar pukul 20.53 WIB ini mengakibatkan kerusakan struktur kereta yang masif dan menelan banyak korban jiwa serta luka-luka.
Berikut kami sampaikan sederet fakta terkini terkait kecelakaan maut tersebut.
1. Taksi Listrik Mogok Menjadi Pemicu Awal
Kronologi kecelakaan diduga kuat bermula dari adanya kendala teknis pada sebuah unit taksi listrik berwarna hijau dengan nomor polisi B 3864 SBX.
Kendaraan tersebut dilaporkan mogok di perlintasan sebidang. Kemudian KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi tersebut.
Akibatnya, satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 arah ke Cikarang diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.
Nmaun, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah belakang tidak sempat melakukan pengereman maksimal sehingga tabrakan hebat pun tak terhindarkan.
Kini sopir taksi listrik tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib.
2. Gerbong Khusus Wanita Alami Kerusakan Paling Parah
Dampak hantaman paling fatal dialami oleh bagian belakang KRL.
Baca Juga: KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, gerbong paling belakang dan gerbong kedua dari belakang mengalami kerusakan struktur total (collapse).
Mengingat aturan posisi gerbong pada rangkaian KRL, gerbong terakhir tersebut merupakan gerbong khusus perempuan.
Hal ini menyebabkan mayoritas korban terdampak adalah penumpang wanita yang terjepit di antara puing-puing logam gerbong yang ringsek.
3. Update Jumlah Korban dan Proses Evakuasi
Hingga Selasa sore, 28 April 2026 jumlah korban meninggal dunia yang terdata telah mencapai 14 orang.
Selain itu, terdapat 84 penumpang lainnya yang dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari kategori ringan hingga kondisi kritis.
Para korban yang terhimpit mendapatkan bantuan medis darurat di lokasi berupa pemberian obat pereda nyeri guna meminimalisir syok saat proses pelepasan logam berlangsung.
Berita Terkait
-
YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan
-
Viral Taksi Green SM Serobot Jalur TransJakarta dan Lawan Arah, Tapi Ogah Minta Maaf
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
-
Sopir Taksi Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Diduga Tolak Mobilnya Diderek
-
7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
5 Seconds of Summer Gelar Konser di Jakarta November Mendatang, Segini Harga Tiketnya
-
Viral Taksi Green SM Serobot Jalur TransJakarta dan Lawan Arah, Tapi Ogah Minta Maaf
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Hengky Kurniawan Incar Jalur Haji Lewat Korea Selatan, Lebih Cepat dan Kuota Banyak
-
Sopir Taksi Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Diduga Tolak Mobilnya Diderek
-
7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun
-
Sering Ugal-ugalan, Identitas Sopir Taksi Hijau Dikuliti Netizen: Buangan Bluebird!
-
Muncul Spekulasi Liar, Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Kehadirannya di Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi
-
Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Satu Pengasuh Tangani Delapan Anak
-
Diduga Sering Palak Pengamen dan Ojol, Preman Babak Belur Dikeroyok Warga di Stasiun Bogor