- Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap 50 santriwati dengan modus manipulasi "kasih sayang ayah" dan cuci otak.
- Pelaku diketahui telah melakukan aksi bejat sejak 2008, pernah didemo warga, namun tetap bebas beroperasi hingga memakan puluhan korban baru.
- Selain mencabuli santriwati di pesantren, pelaku diduga sering memesan wanita di bawah umur saat tinggal di kontrakan.
Dugaan kejahatan di masa lalu itu bahkan lebih ekstrem karena dikabarkan ada korban yang sampai hamil.
Namun, proses hukum kala itu seolah tidak berjalan maksimal sehingga pelaku masih bisa melanjutkan aktivitasnya di pesantren.
Setelah sempat didemo, Ashari dikabarkan sempat pindah tempat tinggal sementara di sebuah lokasi dekat pom bensin.
Sayang, perilakunya tidak berubah dan justru semakin berani memesan wanita yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah menengah.
"Ngontrak di pom bensin depan Waturoyo itu selama 2 tahun. Di situ tiap malam pesan cewek gonta-ganti," kata KS.
KS juga memaparkan bagaimana cara Ashari memanipulasi para santriwati dengan dalih kasih sayang seorang ayah.
Pelaku mencoba mencuci otak para korban agar merasa lebih dekat dengan dirinya ketimbang dengan orangtua kandung mereka sendiri.
"Setiap wanita itu dianggap anak dia, terus diputus hubungan dari orangtuanya, dijadikan anak dia," beber KS mengungkap taktik manipulasi pelaku.
Perlakuan fisik yang tidak wajar pun kerap terlihat oleh orang-orang di sekitar pondok pesantren tersebut.
Baca Juga: Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
Pelaku seringkali melakukan kontak fisik yang berlebihan kepada para santriwati di depan umum dengan dalih sebagai bentuk perhatian.
"Nah, terus setiap salaman itu, dicium pipi kanan kiri, batuk (kening), dan juga itu... lambenya (bibirnya)," kata KS.
Berita Terkait
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!
-
3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani
-
Jaksa Banding! Meski Lolos dari Hukuman Mati, Nasib Fandi Ramadhan Cs Masih di Ujung Tanduk
-
Terpopuler: 7 Gaya Glamor Istri Gubernur Kaltim, Kapan THR ASN Cair?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Yuni Shara Rayakan 35 Tahun Berkarya Lewat Konser Megah 3553 Concert di Surabaya
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!
-
Pro Kontra Foto Anniversary Luna Maya dan Maxime Bouttier: Nilai Seni vs Menyimpang
-
Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman
-
Selamat Jalan Legenda, James F. Sundah Pencipta Lagu Lilin Lilin Kecil Meninggal di New York
-
Tolong Carikan Kerja untuk Wanita Ini: Dia Dipecat Gara-Gara Tolak Ajakan Mesum Bosnya
-
Drama Harga Es Jeruk di Hammersonic 2026, Bos Promotor sampai Turun Tangan
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Usai Sertifikat Mualaf Dicabut Hanny Kristianto, MCI Siap Bantu Richard Lee Urus Dokumen Baru
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank