Entertainment / Gosip
Kamis, 14 Mei 2026 | 08:25 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (Dok. Tim Media MPR RI)
Baca 10 detik
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan mengulang final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat akibat polemik penilaian dewan juri.
  • Kontroversi muncul karena juri memberikan penilaian tidak konsisten terhadap jawaban serupa antara tim SMAN 1 Pontianak dan Sambas.
  • MPR RI mencopot seluruh juri dan pembawa acara sebagai bentuk evaluasi serta langkah menjaga kredibilitas pelaksanaan lomba tersebut.

Suara.com - Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat dipastikan bakal diulang. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyusul polemik penilaian dewan juri yang viral di media sosial.

Meski begitu, keputusan untuk menggelar ulang final justru memicu gelombang kritik dari netizen yang menilai solusi tersebut tidak tepat dan dinilai merugikan peserta yang sebelumnya telah tampil baik selama perlombaan berlangsung.

Kontroversi ini bermula ketika tim dari SMAN 1 Pontianak berhasil menjawab sebuah pertanyaan dalam babak final. Namun, jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri.

Akibat keputusan tersebut, tim SMAN 1 Pontianak justru mendapatkan pengurangan nilai sebesar lima poin.

Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dilempar kepada tim dari SMAN 1 Sambas.

Menariknya, jawaban yang diberikan ternyata sama persis dengan jawaban dari SMAN 1 Pontianak. Bedanya, kali ini juri menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan tambahan nilai 10 poin kepada SMAN 1 Sambas.

Keputusan yang dianggap tidak konsisten itu langsung menuai protes dari peserta SMAN 1 Pontianak. Saat itu, pihak juri berdalih bahwa jawaban peserta dari Pontianak tidak terdengar jelas karena masalah artikulasi.

Namun, publik yang menyaksikan video rekaman lomba justru memiliki pandangan berbeda.

Setelah cuplikan kejadian tersebar luas di media sosial, banyak warganet menilai jawaban dari SMAN 1 Pontianak terdengar jelas dan seharusnya dinyatakan benar sejak awal.

Baca Juga: Rekan Seprofesi Bedah Kesalahan Shindy Lutfiana MC Cerdas Cermat MPR, Argumentasinya Menohok

Kemarahan publik pun semakin meluas. Banyak netizen menilai kesalahan juri telah memengaruhi hasil akhir perlombaan secara signifikan.

Salah satu kritik datang dari akun X bernama @RidhaIntifadha.

Ia mempertanyakan alasan final harus diulang, padahal menurutnya penyelesaian masalah cukup dilakukan dengan mengoreksi poin kedua tim yang terlibat dalam kontroversi tersebut.

“Ngapain diulang sih. Kan tinggal dianulir saja total poin kedua tim dari pertanyaan viral itu,” tulis akun tersebut.

Ia kemudian menjelaskan simulasi perhitungan nilai berdasarkan insiden tersebut. Dalam hasil akhir awal, SMAN 1 Sambas memperoleh 90 poin dan keluar sebagai juara pertama, sedangkan SMAN 1 Pontianak mengumpulkan 70 poin sebagai juara kedua.

Menurut perhitungan netizen itu, jika poin 10 milik SMAN 1 Sambas dari pertanyaan kontroversial dikurangi, maka total mereka menjadi 80 poin.

Load More