- CJP dibentuk oleh Abhijeet Dipke sebagai bentuk protes dan perlawanan anak muda atas hinaan Hakim Agung India yang menyamakan pemuda pengangguran dengan "kecoak".
- Menggunakan nama plesetan dari partai penguasa (BJP), akun Instagram CJP viral hingga menembus 11 juta pengikut, melampaui jumlah pengikut akun resmi BJP.
- CJP mengkritik transparansi anggaran negara lewat satir, dengan syarat keanggotaan yang unik seperti harus menganggur, malas, sering online, dan pandai mengomel.
Suara.com - Di India sedang muncul gerakan politik yang lahir dari sebuah hinaan. Kelompok ini menamakan diri sebagai Cockroach Janta Party (CJP) atau yang secara harfiah berarti Partai Kecoak Rakyat.
Bukan sekadar lucu-lucuan, gerakan ini menjadi simbol perlawanan anak muda terhadap sistem yang dianggap abai. Berikut adalah 5 fakta menarik tentang Partai Kecoak seperti dikutip dari Hindustan Times pada Jumat, 22 Mei 2026.
1. Lahir dari Hinaan Sang Hakim Agung
Kemunculan CJP bukanlah tanpa alasan. Gerakan ini lahir sebagai bentuk kemarahan kolektif setelah adanya komentar kontroversial dari Hakim Agung Surya Kant.
Dalam sebuah kesempatan, sang hakim membandingkan para pemuda pengangguran dengan "kecoak" dan "parasit" karena vokal menyuarakan pendapat mereka.
Abhijeet Dipke, pemuda berusia 30 tahun yang memprakarsai gerakan ini, merasa harga dirinya terusik. Dipke yang saat itu sedang bersiap melamar pekerjaan di Boston, Amerika Serikat, langsung membatalkan rencananya demi memulai gerakan ini.
"Saya rasa itu lebih memicu kemarahan karena datang dari Hakim Agung India, yang merupakan penjaga Konstitusi, yang memberi kita kebebasan berekspresi. Seseorang yang ada di sana untuk menjaga kebebasan berekspresi kita malah membandingkan kita dengan kecoak dan parasit hanya karena kita menyampaikan pendapat. Itulah bagian yang paling menyakitkan," katanya dalam wawancara dengan India Today.
2. Nama yang "Menyentil" Partai Penguasa (BJP)
Nama Cockroach Janta Party (CJP) bukan dipilih secara acak. Nama ini merupakan plesetan langsung (satir) dari partai berkuasa di India saat ini, yaitu Bharatiya Janata Party (BJP).
Baca Juga: Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara
Dengan mengubah "Bharatiya" menjadi "Cockroach", gerakan ini seolah-olah ingin memberikan tamparan keras bagi para elit politik bahwa rakyat yang mereka anggap rendah seperti kecoak juga memiliki kekuatan untuk bersatu.
3. Fenomena Digital: Mengalahkan Followers BJP di Instagram
Salah satu fakta paling mencengangkan yang membuat para analis politik terbelalak adalah kekuatan digital CJP. Hanya dengan mengunggah 56 postingan, akun Instagram resmi CJP berhasil meraup lebih dari 11 juta pengikut.
Sebagai perbandingan, akun Instagram resmi BJP yang merupakan partai penguasa hanya memiliki sekitar 8,8 juta pengikut meskipun telah mengunggah lebih dari 18.000 postingan.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya resonansi pesan CJP di kalangan netizen, terutama generasi Z dan Milenial yang merasa senasib dengan narasi yang dibawa oleh partai ini.
4. Visi dan Misi: Melawan Korupsi dengan Gaya Satir
Berita Terkait
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami
-
Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan
-
PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru
-
Puan Jelaskan Makna Filosofis Gedung DPR RI ke PM Modi: Simbol Perjuangan Bangsa Berkembang
-
Puan Sambut Narendra Modi di DPR, Hubungan Parlemen Indonesia-India Diperkuat
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru