- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor negara anggota D-8 berkolaborasi membangun industri halal di Indonesia.
- Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Halal Expo Indonesia 2026 di Jakarta untuk memperkokoh posisi Indonesia secara global.
- Kerja sama ini ditargetkan meningkatkan volume perdagangan antarnegara anggota D-8 hingga mencapai USD500 miliar pada tahun 2030.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor dari negara-negara Islam yang tergabung dalam kelompok Developing Eight (D-8) untuk bekerja sama dengan Pemerintah dalam membangun industri halal di Indonesia.
Bagi yang belum tahu, D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan sembilan negara berkembang yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.
Menkeu Purbaya menyebut kalau kerja sama antar negara mayoritas Islam ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi syariah, termasuk negara anggota D-8.
"Jadi kita akan tingkatkan terus kerja sama dengan D-8, termasuk mengundang investornya dan mengirimkan investor kita ke sana kalau diperlukan," katanya dalam acara Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang digelar di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, dikutip Kamis (9/7/2026).
HEI 2026 merupakan ajang industri halal berskala internasional yang mempertemukan pengusaha industri halal, investor, pemerintah, hingga masyarakat umum untuk membangun ekosistem halal yang semakin kuat dan terintegrasi.
Dalam kesempatan dimaksud, Menkeu menegaskan bahwa HEI 2026 bukan sekadar perhelatan bisnis tahunan, melainkan sebuah momentum besar untuk memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia hingga UMKM Berbasis Halal.
"Saya tadi tinjau ternyata banyak UMKM berbasis halal. Jadi saya pikir bisa didorong untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depan," imbuhnya.
Bagi Indonesia, halal bukan hanya sebuah sertifikasi yang tertera pada kemasan produk. Halal adalah kepercayaan, kualitas, nilai, dan cara sebuah bangsa menghadirkan produk terbaiknya kepada dunia.
Dari makanan dan minuman, fashion muslim, kosmetik, farmasi, hingga industri kreatif, Indonesia memiliki panggung yang luas untuk menunjukkan potensinya.
Baca Juga: Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
Di balik besarnya cita-cita itu berdiri jutaan pelaku UMKM yang setiap hari menyalakan dapur produksi, menjaga cita rasa tradisi, serta merawat kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.
"Dari ajang ini, Indonesia ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa negeri ini tidak hanya menjadi pasar bagi produk halal, tetapi juga produsen, inovator, dan pemimpin dalam industri halal global," timpal Purbaya.
Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi syariah, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah lebih jauh.
Langkah strategis tersebut sejalan dengan target peningkatan volume perdagangan antarnegara anggota D-8 hingga mencapai USD500 miliar atau setara Rp9 kuadriliun pada 2030.
Berita Terkait
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya
-
Sertifikasi Halal UMKM Bayar Berapa? Simak Rincian Biayanya
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker