Fresh.suara.com - Menurut hasil analisa dan penyidikan tim Komnas HAM, diduga kuat bahwa jumlah penembak Brigadir J lebih dari dua orang.
Diketahui, persenjataan yang teridentifikasi di TKP tewasnya Brigadir J, yakni Glock 17 dan HS 9 dan amunisi pistol Luger.
Menurut Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menyebut, penyidik harus bekerja keras untuk mengetahui siapa yang menembak Brigadir J selain Ferdy Sambo dan Bharada E, serta kepemilikan pistol Luger.
Karena dalam kasus ini masih banyak hal-hal yang janggal dan tidak masuk akal, maka dari itu penyidik harus bekerja extra dalam mengungkap hal ini.
“Dalam kasus ini kan banyak hal yang masih janggal dan masih tidak nyambung, konstruksi peristiwanya dan bukti-bukti di lapangan itu tidak nyambung. Makannya penyidik memang harus bekerja lebih keras lagi. Terkait dugaan-dugaan yang disampaikan oleh Komnas HAM, terkait yang disampaikan pengacara,” kata Bambang dalam kanal YouTube Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, dikutip Kamis (15/9/22).
Kemudian Bambang juga menyebut jika pelaku obstruction of justice juga patut diperiksa terkait misteri pistol Luger tersebut.
“Penyidik dalam hal ini memang harus segera mengungkapkan siapa pemilik dari Luger itu tadi. Kemudian beberapa personil yang jadi tersangka sebagai pelaku obstruction of justice itu harus digali dari situ, makannya ini memang harus membutuhkan kerja keras,” ucap Bambang.
Jawaban Bambang Rukminto saat ditanya soal siapa yang biasanya memiliki senjata jeni Luger. Ia Menyampaikan, Luger adalah jenis senjata api produksi lama. Senjata ini bahkan, kata Bambang, nyaris tidak digunakan oleh perwira Polri.
“Ini senjata lama seperti itu, nyaris tidak digunakan kawan-kawan kepolisian. Artinya, ini bisa jadi senjata-senjata koleksi seperti itu,” ujar Bambang.
Baca Juga: Masya Allah Dinda Hauw Ajak Shaka Cium Ka'bah
“Siapa yang memiliki Luger ini sangat penting, karena tidak semua orang bisa memiliki senjata yang antik seperti itu, kecuali orang-orang yang memiliki aset dan memiliki kesenangan tersendiri terkait koleksi senjata,” kata Bambang.
Untuk informasi, Luger Pistole Parabellum 1908 sendiri merupakan pistol semi-otomatis yang menjadi senjata resmi tentara Jerman selama beberapa dekade pada paruh pertama abad ke-20.
Luger Parabellum atau cukup disebut Luger, dirancang pada tahun 1898 oleh Georg Luger. Luger banyak dicari sebagai koleksi untuk berbagai alasan.
Kolektor-kolektor pun menghargai nilai sejarah Luger sebagai senjata api penting selama dua Perang Dunia.
Berita Terkait
-
Terbongkar! Bripka RR Sita 2 Senpi Brigadir J di Magelang, Ini Alasannya
-
Semobil Brigadir J, Ini yang Hendak Dilakukan Bripka RR di Rest Area Andaikata...
-
Kejadian yang Dilewatkan Bripka RR karena Lepas Sepatu Dulu, Sayangnya Brigadir J Pakai Sandal
-
Pengacara Brigadir J Curigai "Code of Silence" di Rekonstruksi Ferdy Sambo
-
Isi Laporan Palsu Ibu PC: Brigadir J Raba Paha, Payudara, Alat Vital
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi