SuaraGarut.id - Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut semakin berat setelah pengangkatan 9.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pengangkatan 9.000 PPPK tersebut akan menyedot anggaran sebesar Rp.600 miliar dari APBD Kabupaten Garut.
Meski diangkat oleh Pemerintah Pusat, namun pada kenyataanya, penggajian PPPK dibebankan ke pemerintah daerah.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan saat ini jumlah PPPK di Kabupaten Garut mencapai 9.000 orang.
"Jadi usulan yang telah disetujui untuk angkatan pertama 5.000 orang dan terakhir 4.000 orang jadi totalnya 9.000 PPPK di Garut," ujar Bupati usai hadiri Apel di Lapang Setda Garut, Senin (27/3/2023).
Menurut Bupati, penggajian 9.000 PPPK yang diangkat oleh pusat semuanya dibebankan ke daerah yang sumber anggarannya dari DAU.
"Konsekwensinya di tahun 2024 mendatang, Kabupaten Garut tidak akan bisa melakukan pembangunan fisik," kata Rudy.
Menurut Rudy, anggaran untuk membayar gaji PPPK di Garut mencapai Rp.600 miliar akan menyedot anggaran infrastruktur.
"Terus terang saja, pendapatan asli daerah Kabupaten Garut sangat rendah. Sementara anggaran gaji PPPK sangat besar. Jadi dana infrastruktur yang tersedot," pungkasnya.(*)
Baca Juga: Menghitung Anggaran Persiapan Piala Dunia U-20 di Indonesia, Siap-siap Rugi?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Langkah Nyata Dukung Akses Keuangan, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM & CRM
-
Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027
-
Berkat BRI, Tarik Tunai Saldo GoPay Kini Bisa Diterapkan di Lebih dari 19 Ribu ATM dan CRM
-
Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme
-
Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah
-
Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay dari BRI Mudahkan Masyarakat Akses Uang Tunai
-
Lagi! Pencurian Gamelan Terjadi di UGM, Diduga Pelaku yang Sama Beraksi di Kampus Lain
-
Mudahkan Akses Uang Tunai, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay
-
Modus Rokok Modifikasi: Cara Licik Selundupkan Tembakau Sintetis ke Lapas Karawang Terbongkar
-
Fokus Evaluasi Lini Serang Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Konversi Peluang Jadi Gol Lawan Malaysia