SUARA GARUT - Usai mendapat laporan hasil pendataan tenaga honorer sebanyak 2,3 juta, presiden perintahkan Menpan RB segera mencari solusi penyelesaianya jelang November 2023.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah soal tenaga honorer yakni menghimbau seluruh instansi pusat maupun daerah segera menyampaikan usul kebutuhan pegawai.
Menurut Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, pihaknya telah melakukan diskusi dengan APPSI, APEKSI, APKASI, hingga DPR terkait solusi terbaik untuk tenaga honorer.
Menteri Anas menyebutkan, saat ini tengah memperhitungkan agar anggaran yang dikeluarkan tidak membebani negara, namun tenaga honorer tidak diberhentikan.
Di sisi lain kata Anas, ada tenaga honorer yang ingin diangkat menjadi PNS, dan PPPK tanpa tes.
Kondisi tersebut menjadi dilema disaat pemerintah bercita-cita memiliki ASN berkelas dunia.
"Sebenarnya banyak tenaga honorer yang hebat dan berkualitas," kata Menteri Anas.
Pasalnya kata Anas, pelayanan publik tidak akan berjalan baik, tanpa kehadiran tenaga honorer.
"Sesuai arahan bapak Presiden Jokowi, seleksi penerimaan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas," ujarnya.
Baca Juga: Komplotan Penipu Loloskan Pendaftaran TNI/Polri Ditangkap, Korban Rugi Ratusan Juta
Upaya yang dilakukan saat ini menurut Anas, telah dibuka seleksi penerimaan PPPK, dan CPNS tahun 2022 hingga 2023.
Senada dengan Menpan RB, Dirjen GTK Prof.Nunuk Suryani berharap guru honorer dapat diangkat seluruhnya, mengingat tahun ini adalah penerimaan terakhir 2023.
"Sayangnya hingga saat ini, masih terdapat catatan 120 instansi pusat dan daerah belum mengunggah SPTJM," kata Nunuk.
Kemendikbud menghimbau agar segera melakukan unggah SPTJM, agar tidak menghambat proses pengengkatan honorer menjadi ASN.
"Padahal instansi sudah diberi batas waktu sampai dengan 31 maret 2023, untuk menyertakan SPTJM dalam pendataan tenaga honorer," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
Lompat Dari Jendela, Bule di Bali Bawa Kabur iPhone dan MacBook Senilai Rp58 Juta
-
Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 2026-2030? Begini Persiapan Panitia