SUARA GARUT – Fenomena pengobatan alternatif Ida Dayak semakin ramai menjadi perbincangan masyarakat. Terlebih saat Ida Dayak menggelar pengobatan di Depok beberapa waktu lalu.
Banyak masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru Nusantara yang rela hadir dan mengantri untuk berobat ke Ida Dayak.
Diketahui Ida Dayak dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti patah tulang, saraf kejepit, hingga stroke hanya dengan memakai minyak bintang berwarna merah khas Kalimantan.
Dari fenomena tersebut, sejumlah tenaga medis mempertanyakan keamanan dari metode pengobatan Ida Dayak.
Namun terdapat salah satu dokter yang bernama dr. Sari W. Wiharso justru menyampaikan pesan bijak atas pengobatan Ida Dayak. Dilansir dari akun Tiktok @yozadifitra, terlihat dr. Sari yang sedang memberikan pesan bijak.
“Hallo, Assalamualaikum. Menanggapi viralnya pengobatan Ibu Ida Dayak, bu Ida ini termasuk pengobatan tradisional yang tradisional ini kekayaan bangsa Indonesia gitu ya. Tidak semua orang mampu berobat ke dokter, ngga semua orang mampu berobat ke ortopedi,” ucap dokter Sari W. Wiharso, dikutip garut.suara.com, Jumat (14/04/2023).
Ida Dayak memang dikenal bisa menyembuhkan penyakit tanpa bantuan tenaga medis. Meski demikian, dr. Sari W. Wiharso justru menanggapi secara bijak metode pengobatan yang dilakukan oleh Ida Dayak.
Ia berpendapat sesama masyarakat sebaiknya saling menghargai, terlebih di tengah situasi ekonomi saat ini. Mengingat tidak semua masyarakat bisa berobat ke rumah sakit meskipun sudah ada program BPJS.
Sehingga ia juga berpesan kepada pihak-pihak yang memperingatkan keselamatan pasien Ida Dayak agar menghormati keputusan pasien tersebut. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!
-
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Bank Sumsel Babel Wujudkan Hunian Layak melalui CSR Bedah Rumah di OKU Timur
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Berpuasa, Bekerja di Jakarta dan Menguatkan Iman di Tengah Tekanan Urban
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kemang, Warga Tak Ada yang Sadar
-
Peringatan Keras Wali Kota Bekasi untuk Camat dan Lurah: Jangan Biarkan Proyek Liar!
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie