SUARA GARUT - Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilu diminta untuk menyelidiki aksi sawer uang yang dilakukan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Garut, Jawa Barat, Diah Kurniasari, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis, 11 Mei 2023.
Gakumdu merupakan gabungan dari tiga instansi yang terdiri dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian dan Kejaksaan Negeri.
Alasan perlu adanya penyelidikan itu karena Istri dari Bupati Garut Rudy Gunawan itu, dianggap telah melakukan pelecehan terhadap pesta demokrasi pemilihan umum yang saat ini tahapannya tengah berlangsung.
Aksi sawer uang yang dilakukan Diah itu usai mendaftarkan calon anggota legislatif DPRD Garut dari Partai Nasdem.
Video aksi sawer itu kini telah beredar luas dan menjadi perbincangan warga.
"Seharusnya sebagai istri pejabat publik dan seorang negarawan, memberikan teladan yang baik. Perbuatan sawer itu telah mencederai demokrasi," ujar Sekjen Garut Government Watch (GGW), Agus Sugandi, kepada suara.garut.com, Sabtu, 13 Mei 2023.
Bila tidak dilakukan penindakan, kejadian serupa dapat terulang kembali. Bahkan lebih mirisnya, money politik akan dianggap hal yang wajar di Kabupaten Garut.
Tak hanya itu, Agus juga meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki sumber uang yang dibagikan tersebut. Apalagi Diah merupakan Istri dari Bupati Garut.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, menyatakan belum dapat memberikan sanksi apapun atas kejadian sawer uang di Kantor KPU itu.
Baca Juga: 6 Efek Samping Perawatan Laser Wajah yang Perlu Diketahui
Alasannya karena harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu dan diputuskan dalam sidang pleno Bawaslu. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional