SUARA GARUT- Bupati Garut, Jawa Barat, Rudy Gunawan, mengungkapkan, ada ratusan ribu warganya yang mengidap penyakit paru paru yang sejauh ini mereka lebih banyak yang berobat ke Bandung.
"Makanya kita perlu membangun rumah sakit supaya yang di sana (klinik paru di Jl. RSU) tidak lagi terjadi bencana," kata Bupati, Senin (19/06/2023).
Menurutnya Kementerian Kesehatan RI telah menyiapkan anggaran Rp. 40 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Paru (RSP) yang lokasinya berada di Jl. Pembangunan.
Lokasi yang akan dibuatkan RS Paru tersebut lebih dikenal masyarakat dengan nama "Astana Kalong". Di Astana Kalong tersebut terdapat makam mantan Bupati Bandung kedua yakni Rd. Tumenggung Timbanganten Ardikusumah (1681 – 1704) yang nampak tertulis dalam sebuah batu nisan.
Di tanah milik Pemkab Garut tersebut terdapat puluhan rumah warga, yang sebagian besar sudah mau pindah ke hunian sementara yang disediakan Pemkab Garut. Namun ada beberapa warga yang masih bertahan di situ.
"Terhadap itu (warga yang menolak pindah) saya agak kesal, karena itu sudah jadi komitmen kita Pemda Garut tanah itu sudah dihibahkan kepada Kementerian Kesehatan. Di situ diobok obok padahal yang lain sudah setuju," katanya.
Rudy menyebutkan, pihaknya telah koordinasi dengan yayasan keluarga mantan Bupati Bandung ke 2 itu, yang diwakili Rd. Johan.
"Makam itu akan direkonstruksi akan dijadikan situs, itu sudah tidak ada apa apa," tegasnya.
Ditegaskannya, meskipun ada penolakan dari beberapa warga yang disebutnya tidak syah karena mendiami tanah pemerintah, pembangunan RSP itu akan tetap jalan. Karena untuk kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat Garut.
Baca Juga: Perhatikan Tujuh Langkah Penting Saat Bermain di Pantai Agar Wajah Anda Tidak Gosong
"Pembangunannya jalan terus, karena itu dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Kita janji menyerahkan tanah itu bulan Pebruari 2023, belum kita serahkan," katanya.
Dikatakan Rudy, pembangunan RSP Garut dengan anggaran Rp. 40 miliar itu akan dilaksanakan dua tahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A