- Mensesneg Prasetyo Hadi mengkaji usulan pembentukan TGPF Independen untuk kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
- Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak pembentukan tim tersebut demi mengungkap aktor intelektual serta menjamin transparansi penyidikan kasus.
- Pemerintah menyatakan proses hukum saat ini sudah berjalan secara cepat dan terbuka oleh pihak aparat penegak hukum.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah sedang mengkaji usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Prasetyo menyebut pihaknya perlu melakukan koordinasi internal sebelum mengambil keputusan terkait desakan masyarakat sipil tersebut.
"Nanti kami koordinasikan dulu ya," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/5/2026).
Meski usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan, Mensesneg mengeklaim bahwa proses hukum yang sedang berjalan saat ini telah dilakukan secara cepat dan terbuka oleh aparat penegak hukum.
"Kan sekarang prosesnya juga sudah berjalan ya, dengan cepat, transparan. Bahwa ada pemikiran atau ada usulan, nanti kita coba kaji kan," katanya menambahkan.
Desakan pembentukan TGPF Independen ini sebelumnya disuarakan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Selasa (31/3/2026).
Dimas meminta Presiden segera mengeluarkan keputusan politik untuk membentuk tim yang melibatkan ahli, penegak hukum, dan elemen masyarakat sipil. Ia menilai langkah ini krusial untuk menjamin akuntabilitas penyidikan dan mengungkap motif sesungguhnya di balik serangan terhadap Andrie.
"Tujuannya agar bisa membongkar secara terang benderang tidak hanya eksekutor lapangannya, tapi juga aktor intelektualis dan motifnya," tegas Dimas.
Lebih lanjut, Dimas juga mendesak DPR untuk menanyakan transparansi alat bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Menurutnya, hambatan politis dalam kasus ini berpotensi membuat aktor intelektual sulit terjangkau jika hanya mengandalkan proses hukum biasa.
Baca Juga: Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
"Kami mendalilkan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus bisa menjadi efek domino ke depannya. Kerja-kerja publik, pembelaan HAM, dan peningkatan kualitas demokrasi akan terus menemukan intimidasi dan represi jika kasus ini tidak tuntas," pungkas Dimas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut