Suara.com - Arab Saudi akan melakukan uji virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) terhadap unta di negara kerajaan itu, kata Menteri Pertanian, sehari setelah kajian memperkuat dugaan keterkaitan binatang tersebut dengan infeksi virus mematikan itu pada manusia.
Di Arab Saudi tercatat 691 kasus positif MERS, termasuk 284 yang berakhir dengan kematian, sejak virus tersebut pertama kali terlacak dua tahun lalu.
Para ilmuwan telah mengatakan berbulan-bulan sebelumnya bahwa unta merupakan sumber penularan paling mungkin dari hewan ke manusia.
Ilmuwan mengatakan, sebuah studi kasus yang dipublikasikan, Rabu (4/6/2014), terhadap seorang lelaki Arab Saudi yang meninggal akibat penyakit itu tahun lalu, mendukung dugaan tersebut.
Menteri Pertanian Fahad Balghunaim mengatakan program untuk mendaftar dan menghitung jumlah ternak termasuk unta telah dimulai tahun lalu dan akan dipercepat, demikian dilaporkan harian berbahasa Inggris, Arab News.
Ia mengatakan semua ternak unta akan diuji MERS dan Otoritas Hidupan Liar Arab Saudi juga akan mengambil sampel unta-unta liar yang berkeliaran bebas di padang pasir, untuk mengetahui tingkat infeksi MERS pada populasi binatang yang lebih luas.
Unta impor juga akan diuji MERS dan dikarantina, katanya seperti dikutip Arab News.
Jurubicara Kementerian Pertanian tidak memberikan tanggapan segera atas isu tersebut.
Meskipun hubungan antara unta dan MERS pertama kali dikenali pada 2013, hingga Mei 2014 Kementerian Pertanian belum mengambil langkah.
Di pasar unta Riyadh, salah satu pasar terbesar di negara itu, pedagang, peternak, pemelihara dan bahkan dokter hewan mengatakan mereka tidak mengetahui hubungan antara binatang piaraan mereka dengan MERS, dan mengaku tidak pernah dihubungi oleh petugas pemerintah.
Sebuah laporan khusus Reuters pada Mei mengutip ilmuwan Barat yang mengatakan Arab Saudi tampak enggan bekerja sama dengan beberapa laboratorium spesalis seluruh dunia yang menawarkan bantuan untuk menyelidiki kemungkinan sumber penularan MERS dan mengetahui cara penyebarannya.
Penjabat Menteri Kesehatan Saudi menanggapi artikel tersebut dengan mengatakan kerajaan telah bekerja sama dengan organisasi kesehatan dunia dan akan melanjutkan kerja sama itu.
Virus MERS yang bisa menimbulkan gejala demam, batuk, napas pendek dan pneumonia juga diduga menular antar-manusia. (Antara/Reuters).
Berita Terkait
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Dulu Menonton Piala Dunia dari Kelas, Kini Lamine Yamal Cetak Gol untuk Spanyol
-
Dibantai Spanyol, Georgios Donis: Kami Terlalu Banyak Lakukan Kesalahan
-
Babak-belur di Tangan Spanyol, Pelatih Arab Saudi Ucap Kalimat Menyentuh
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi