Suara.com - Perut kembung tak hanya sangat tidak nyaman, tapi juga sering mengakibatkan perut gendut. “Umumnya, perut buncit disebabkan gangguan pencernaan. Tapi sayangnya banyak orang yang mengabaikan hal ini dan tak mencoba mengkaji kebiasaan buruknya atau datang berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hal ini," ujar Dr Pixie McKenna, dari Embarrassing Bodies.
Berikut sejumlah kebiasaan yang bisa membuat perut kembung kemudian membuncit:
Makan terlalu banyak buah
Makan buah mungkin baik untuk kesehatan. Tapi, jika berlebihan fruktosa atau gula yang dikandungnya bisa menyebabkan perut kembung pada orang-orang tertentu. Hal ini dapat terjadi pada orang-orang yang usus kecilnya bermasalah dalam menyerap fruktosa. Fruktosa yang sudah dicerna, selanjutnya akan dibawa ke usus besar, dan bakteri yang ada di dalam usus besar dengan cepat melahap. Proses tersebut dapat memproduksi banyak gas dan menyebabkan usus membengkak, sehingga menimbulkan kembung, kram dan masuk angin.
Cara mengatasi: Jika tubuh Anda kesulitan mencerna gula buah, berbicaralah dengan dokter yang mungkin dapat merujuk ke ahli gizi untuk memberikan saran yang tepat.
Kurang minum.
Mungkin agak tidak masuk akal, tapi dehidrasi adalah penyebab umum perut kembung. Dehidrasi membuat tubuh bereaksi pada kondisi kurangnya cairan dan mulai untuk mempertahankan air. Tetapi menenggak cairan terlalu cepat juga dapat menyebabkan perut bengkak, karena tubuh tidak dapat menyerap air dalam jumlah besar sekaligus.
Cara mengatasinya: Minumlah air pelan-pelan secara teratur sepanjang hari.
Meminum susu.
Jika berulang kali mengalami perut kembung setelah makan atau minum susu dan produk turunannya, apalagi jika disertai kram perut dan diare, mungkin tubuh Anda memiliki masalah laktosa intoleran. Ini adalah gangguan pencernaan di mana tubuh tidak mampu mencerna laktosa, jenis gula terutama yang ditemukan dalam susu.
Cara Mengatasinya: Tidak ada obat untuk mengobatinya, tapi Anda dapat memulai dengan membatasi asupan yang mengandung laktosa. Namun lakukan semua ini dengan konsultasi dari dokter, untuk memastikan Anda tidak akan kekurangan kalsium.
Obat-obatan tertentu.
Obat-obatan tertentu seperti aspirin, obat diare dan suplemen zat besi juga bisa memicu perut kembung. Ini terjadi karena obat-obatan itu mengandung gula yang sulit dicerna. Obat-obatan ini juga mengandung bahan yang dapat menghentikan produksi enzim yang mencerna makanan normal.
Cara mengatasinya: Berbicaralah dengan apoteker untuk mencari alternatif yang cocok. (Mirror.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin