Jum'at, 10 Oktober 2014 | 18:29 WIB
Manat Hiras Panjaitan (Foto World Lung Foundation)

Menurut data WHO tahun 2014, epidemi tembakau telah membunuh sekitar enam juta orang per tahun, dimana 600 ribu di antaranya merupakan perokok pasif. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 juga menunjukkan bahwa perokok usia di atas 15 tahun sebanyak 36,3 persen.

Sebagian besar dari mereka adalah perokok laki-laki dengan prevalensi 64,9 persen dan jumlah ini merupakan yang terbesar di dunia. Sementara itu, prevalensi pada perempuan mengalami peningkatan dari 5,2 persen pada tahun 2007 menjadi 6,9 persen pada tahun 2013. Adapun sekitar 6,3 juta wanita Indonesia usia 15 tahun ke atas juga merokok.

Penyalahgunaan tembakau adalah penyebab kematian yang dapat dihindari di dunia, dan menjadi penyebab lima juta kematian tiap tahunnya – satu dari sepuluh penyebab kematian yang dapat dihindari di dunia.

Penelitian menunjukkan peringatan grafis adalah salah satu cara efektif yang dapat membuat perokok untuk berhenti merokok. Ini adalah strategi M-P-O-W-E-R (W=Warn) dari World Health Organization untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Load More