Suara.com - Pelayanan kesehatan di Indonesia masih belum dilengkapi teknologi canggih seperti halnya rumah sakit di luar negeri. Hanya beberapa rumah sakit besar saja di pusat kota yang sudah mengggunakan teknologi dalam sistem pelayanannya.
Tak ayal, hal ini membuat warga negara Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan lebih memercayakan pengobatan dari rumah sakit besar di luar negeri yang sudah lebih maju dalam mengaplikasikan teknologi mutakhir.
Dirut Rumah Sakit MMC dr. Adib Abdullah Yahya, MARS mengatakan, sebenarnya teknologi merupakan kebutuhan dalam pelayanan kesehatan secara efisien dan berkualitas serta mengedepankan keselamatan pasien.
Menurutnya, Indonesia sudah sangat tertinggal dalam penerapan teknologi terkini di rumah sakit.
"Kalau saya studi banding ke rumah sakit di Jepang, itu luar biasa sekali sistemnya. Pasien tidak perlu antri dan cukup membawa kartu yang bisa digunakan untuk semua tahap. Dari mendaftar, lalu untuk mengetahui rekam medis pasien keseluruhan, bahkan untuk mengetahui biaya yang dihabiskan untuk perawatan itu. Kartunya di scan di layar seperti mesin atm," kata dokter Adib dalam konferensi pers "Fujitsu Healthcare Solutions" di Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Melihat kondisi layanan kesehatan di Indonesia yang masih belum tersentuh teknologi terkini secara merata, Fujitsu sebagai perusahaan informasi dan teknologi komunikasi (ICT) yang bermarkas di Jepang, memperkenalkan solusi layanan kesehatan buat Indonesia.
Layanan ini diberi nama Fujitsu Healthcare Solutions. Solusi ini mengedepankan pada penyediaan perawatan kesehatan yang aman, layanan lebih baik untuk pasien, serta operasional rumah sakit lebih efisien.
Managing Direktur Fujitsu Indonesia, Achmad S Sofwan pada kesempatan yang sama mengemukakan, Fujitsu telah menyediakan teknologi layanan kesehatan dan teknologi berbasis TIK untuk pasar Indonesia.
"Teknologi yang Fujitsu tawarkan di bidang kesehatan ini merupakan implemetasi dari visi fujitsu yakni membuat kualitas hidup lebih baik di seluruh dunia," ujar Achmad.
Menurut Ahmad, penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan, sehingga pasien tak perlu jauh-jauh ke negara maju lain untuk berobat.
Solusi layanan kesehatan yang terangkum dalam Fujitsu Healthcare Solutions mencakup sebuah Sistem Informasi Rumah Sakit, Telemedicine (Pertukaran Informasi Kesehatan), catatan medis elektronik.
Rencananya teknologi canggih ini mulai diterapkan di berbagai rumah sakit di Indoenesia mulai tahun depan. (Firsta Putri Nodia)
Berita Terkait
-
Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!
-
Nikita Mirzani Berjuang di Balik Penjara: Kasusnya di MA Ternyata Bukan Pemerasan, Tapi ITE?
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik