Suara.com - Delapan perempuan meninggal dan 64 lainnya dalam kondisi kritis di berbagai rumah sakit di India, setelah seorang dokter melakukan operasi sterilisasi massal pada 83 perempuan hanya dalam waktu lima jam, demikian keterangan yang disampaikan oleh pejabat setempat, Selasa (11/11/2014)
Puluhan perempuan yang menjalani operasi sterilisasi, tubektomi, dalam program gratis yang dilakukan pemerintah di negara bagian Chhattisgarh pada hari Sabtu (8/11/2014) tersebut, jatuh sakit tak lama setelah itu.
"Laporan tentang penurunan denyut nadi, muntah, dan berbagai penyakit lainnya mulai bermunculan hari Senin dari para perempuan yang menjalani operasi itu," ungkap Sonmani Borah, komisaris wilayah Bilaspur, di mana program itu diadakan.
Ia mengatakan bahwa sejak Senin (10/11/2014), delapan perempuan tewas dan 64 orang lainnya berada di berbagai rumah sakit, karena kondisinya kritis setelah menjalani operasi sterilisasi.
Melihat begitu banyaknya korban berjatuhan, Borah berjanji pemerintah akan menyelidiki insiden tersebut.
Pemerintah daerah di India memang sering menawarkan insentif seperti mobil dan barang-barang elektronik bagi pasangan yang secara sukarela melakukan sterilisasi. Kampanye tersebut dilakukan dalam rangka mengendalikan populasi penduduk negara itu yang telah mencapai satu miliar lebih.
Tahun lalu pihak berwenang di India bagian timur memang berada dalam sorotan setelah sebuah televisi berita menayangkan rekaman video yang memperlihatkan sejumlah perempuan dibiarkan tanpa sadar di lapangan setelah sebuah operasi sterilisasi massal.
Para perempuan itu telah menjalani prosedur bedah di rumah sakit yang menurut para pejabat setempat tidak dilengkapi untuk mengakomodasi pasien sebanyak itu.
Harian The Indian Express mengatakan bahwa operasi di Chhattisgarh itu dilakukan oleh seorang dokter dan asistennya selama sekitar lima jam.
"Tidak ada kelalaian. Dia seorang dokter senior. Kami akan menyelidiki (insiden) itu," kata kepala medis Bilaspur RK Bhange kepada harian itu. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit