Suara.com - Sering kita mendengar penyakit kanker otak, kanker paru-paru, kanker payudara, kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, hingga kanker serviks.
Tapi pernahkah Anda mendengar kanker yang menyerang jantung? Tak banyak jenis kanker yang pernah ditemukan di jantung.
"Ada tumor di jantung, tetapi sangat langka, sehingga Anda jarang mendengarnya," ujar Dr Jacqueline Barrientos, asisten profesor, Hofstra North Shore-LIJ School of Medicine.
Jenis kanker paling umum ditemukan tumbuh di jantung adalah rhabdomyosarcomas. Sarcoma adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan lunak dan biasanya terjadi pada jaringan otot jantung.
Meski biasanya tidak ganas dan menyebar ke jaringan lain, kanker ini cukup mematikan karena bisa merusak katup jantung dan pembuluh darah.
Kasus kanker jantung sendiri diperkirakan kurang dari satu persen. Dari 12000 otopsi yang diidentifikasi, ditemukan hanya tujuh kasus kanker jantung ini.
Menurut peneliti, kanker pada jantung hanyalah akibat perluasan dari sel-sel kanker yang ada di organ tertentu. Seperti diketahui tubuh kita memiliki miliaran sel sehat yang bekerja sama untuk menggerakkan manusia melakukan aktivitasnya.
Kanker, kemudian, hanyalah sebuah penyimpangan dari sel-sel ini. Hal ini disebabkan kerusakan DNA pada masing-masing inti sel. Sel-sel sehat ini berubah menjadi sel kanker yang kemudian menyerang jaringan lain.
Dr Mitchell Gaynor, asisten profesor di Weill Cornell Medical College, mengatakan bahwa tumor yang paling umum menyebar ke jantung adalah yang berasal dari paru-paru, kerongkongan, dan kanker darah putih.
Tumor pada jantung bukanlah tumor primer karena kata Gaynor, hal ini terkait genetika. Kita umumnya menerima setengah gen kita dari ibu dan setengah lagi dari nenek moyang kita.
"Kami memahami sekarang bagaimana ekspresi gen dapat dimodifikasi sepanjang hidup Anda dan dapat memicu tumbuhnya kanker, "katanya.
Bahkan, lingkungan kita mempengaruhi gen kanker untuk aktif. Karsinogen yang berasal dari makanan dan lingkungan adalah salah satu dari banyak faktor yang memicu pengaktifan gen.
"Banyak racun yang ditemukan dalam jaringan payudara,karena ada banyak sel-sel lemak di sana," kata Gaynor.
Kanker biasanya hidup di organ tubuh yang mengandung jaringan lemak. Ini alasan mengapa jantung begitu luar biasa dan jarang diserang sel kanker.
"Tidak ada banyak jaringan lemak dalam jantung. Bahkan jantung tertutup membran" kata Gaynor.
Dikenal sebagai perikardium, kantung jantung berisi cairan untuk melindungi jantung kita yang berharga. Jadi, meskipun kanker dapat terjadi di mana saja, jantung memiliki kekebalan tubuh karena otot dan perlindungan dari perikardium. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?