Suara.com - Kepala Pusat Studi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Anak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret Surakarta dr Istiar Yuliadi mengatakan belum saatnya anak usia dini dituntut berprestasi karena lebih diperlukan pendampingan.
Anak dalam masa Pendidikan usia dini (Paud) masih memerlukan pendampingan orang tua dalam masa perkembangannya, kata Istar Yuliadi di hadapan para guru pada acara ceramah Pemcegahan kekerasan Seksual Terhadap Anak Usia Dini, di Solo, Selasa, (25/11/2014).
"Paud itu masa anak bermain dan biarkan saja untuk bermain sendiri dan diarahkan saja. Anak seusia itu belum bisa untuk berprestasi. Untuk itu dalam memberikan pembelajaran harus disesuaikan umurnya jangan dipaksakan," katanya.
Ia mengatakan anak usia enam tahun itu mulai masa bertanya dan harus dijawab dengan jujur dan jangan sampai dibohongi. "Jelaskan dengan bahasa yang sederhana dan benar kepada setiap anak bertanya".
Dikatakannya, jawaban-jawaban yang diberikan kepada yang bertanya tersebut, hendaknya menggunakan bahasa sesuai umurnya. Sebab kalau ini sampai dibohongi bisa berbahaya pada perkembangan kejiwaan anak itu sendiri nantinya.
Istar Yuliadi juga mengatakan untuk anak usia 6 - 9 tahun jangan sering dipeluk karena sudah merasakan kehangatan, dan saat tidur harus sudah mulai dipisah dengan orang tua.
"Ya sebaiknya untuk anak seumur itu tidurnya tidak seranjang bersama ibu dan bapak, tetapi harus mulai dipisah tidur sendiri," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Salut, Ji Chang Wook Bangun 2 Sekolah PAUD di NTT Hasil Charity
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?