Suara.com - Jika seseorang ditanya tentang penyakit apa yang mudah menyerang lelaki? Semua akan menjawab kanker prostat dan testosteron yang rendah. Namun, kedua penyakit itu bukanlah satu-satunya penyakit yang bisa dialami lelaki.
Ada tujuh penyakit yang sebenarnya tidak banyak dialami oleh lelaki, tapi sebagai lelaki perlu mewaspadai sedini mungkin penyakit ini. Apa saja? Berikut uraiannya seperti dilansir laman EverydayHealth:
1. Batu kandung kemih
Menurut S. Adam Ramin, MD seorang urolog dari Los Angeles, California batu kemih adalah penumpukan mineral dalam kandung kemih yang berkembang saat urine sangat terkonsentrasi. Sulit untuk mengetahui penyakit ini, karena gejala yang terasa biasanya akan kita duga sebagai penyakit yang lain. Seperti nyeri di bagian bawah perut, sering nyeri saat buang air kecil, berdarah dan bisa sampai sakit pada penis, katanya.
"Jika dibiarkan terlalu lama batu-batu ini akan memicu penyakit lainnya seperti peningkatan prostat atau batu ginjal," kata Dr Ramin.
Penyakit ini bisa saja sembuh dengan sendirinya untuk kasus yang lebih ringan, tapi bila sudah terlalu parah, maka cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah dengan operasi atau cystolitholapaxy, prosedur yang menggunakan gelombang ultrasonik atau laser untuk memecahkan batu dalam kantung kemih.
2. Varikokel
Mirip dengan varises yang terjadi di kaki, varikokel merupakan pembengkakan pembuluh vena terjadi di dalam kantong zakar atau skrotum. Pembengkakan ini akan berkembang secara bertahap menjadi sebuah benjolan lunak. Ukuran benjolan varikokel pun bervariasi, ada yang bisa dilihat secara kasat mata atau justru baru terasa saat diraba.
Biasanya varikokel terjadi pada remaja berusia 15-25 tahun. Penyakit ini mungkin memicu kemandulan karena menurunkan kualitas sperma lelaki, namun tidak semua yang menyandang verikokel akan mandul.
"Kebanyakan lelaki dengan varikokel tidak memiliki gejala dan tidak perlu melakukan pengobatan," katanya.
Meski tanpa gejala, verikokel dapat menyebabkan seorang lelaki merasa sakit teramat dalam, sehingga mempengaruhi kemampuannya saat berhubungan dengan sang isteri.
3. Kanker payudara
Meski kurang dari 1 persen, lelaki juga berisiko mengidap kanker payudara. Seperti perempuan, lelaki juga merasakan adanya benjolan di sekitar payudaranya sehingga harus didiagnosis dengan mamogram.
Faktor risiko yang memicu kanker payudara pada laki-laki antara lain riwayat keluarga, paparan radiasi tinggi, kadar estrogen, dan beberapa faktor genetik lainnya.
4. Hematuria (kencing berdarah)
Meskipun darah dalam urine bisa terjadi karena berbagai alasan, kondisi ini biasa terjadi pada pelari jarak jauh. Alasannya tidak sepenuhnya jelas, namun penyebabnya mungkin terjadi karena keseimbangan cairan dalam tubuh yang terganggu, trauma kandung kemih atau justru sel darah yang terpecah. Ramin menganjurkan para pelari untuk buang air kecil minimal setengah jam sebelum beraktivitas sehingga beberapa cairan tetap berada dalam kandung kemih untuk mencegah trauma di bagian tersebut.
5. Kanker testis
Kanker testis terjadi pada satu dari 263 orang, menurut American Cancer Society. Lelaki yang berisiko mengalami kanker testis biasanya yang memasuki usia 30 tahunan.
Lelaki yang mengidap kanker testis akan merasakan benjolan di bagian intimnya tersebut sehingga harus menjalani operasi pengangkatan benjolan.
6. Binge Eating Disorder (BED)
Binge eating disorder (BED) merupakan sejenis gangguan makan yang memang banyak menyerang kaum lelaki. Penderita BED biasanya akan makan secara berlebihan seperti kehilangan kendali.
Seseorang yang mengalami binge eating disorder akan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan, ada saatnya mereka tetap makan walaupun tidak merasa
lapar sama sekali. Tak sedikit penderita BED yang harus makan secara sembunyi-sembunyi dan mengaku sedang menjalani diet.
Dengan pola makan yang berlebihan seperti ini, mereka yang mengalami BED bisa terkena penyakit-penyakit sindrom metabolisme seperti perlemakan hati (fatty liver), kolesterol, diabetes dan penyakit jantung koroner.
7. Penyakit peyronie
Saat ereksi bentuk kelamin laki-laki, normalnya akan lurus dan menghadap ke depan. Namun kondisi tertentu bisa membuatnya bengkok ke kanan, kiri, bawah, atau atas, salah satunya adalah peyronie. Kondisi ini terjadi karena adanya pengembangan jaringan parut fibrosa di dalam penis sehingga sangat menyakitkan.
Pada lelaki yang menderita peyronie akan sulit berhubungan seks bahkan untuk sekadar mempertahankan ereksi. Akibatnya, mereka akan didera kecemasan berkepanjangan, karena sulit untuk mencapai ereksi. Berbagai pengobatan bisa dilakukan untuk menyembuhkan peyronie seperti obat suntik, obat oral atau operasi tergantung pilihan individu yang mengidapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi