Suara.com - Sebanyak 28 orang warga Kabupaten Lombok Utara terinfeksi virus HIV dan menderita penyakit AIDS sehingga harus mendapatkan perawatan medis agar tidak menular ke orang lain.
"Delapan orang pengidap penyakit mematikan tersebut berprofesi sebagai pemandu wisata di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok," kata Petugas Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Utara Datu Madiawati, di Lombok Utara, Senin (15/6/2015).
Hal ini diungkapkan dalam sarasehan tokoh lintas agama dan organisasi keagamaan tentang penanggulangan HIV/AIDS di aula kantor Bupati Lombok Utara.
Madiawati mengaku kewalahan ketika melakukan pemeriksaan darah terhadap pada pemandu wisata yang mengidap HIV/AIDS. Rata-rata, kata dia, para pemandu wisata yang menderita HIV/AIDS sudah bekerja hingga lima tahun.
"Kalau kami melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi HIV/AIDS, para pemandu wisata yang ada di gili ini tidak ada yang mau datang. Agar mereka mau datang, kami terpaksa bilang itu pemeriksaan darah untuk penyakit malaria," ujarnya.
Madiawati menyebutkan data yang dihimpun pada 2014 menunjukkan, dari 28 total pengidap HIV/AIDS di Lombok Utara, sebagian besar atau hampir setengahnya merupakan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI). Sisanya merupakan warga Lombok Utara yang pernah bekerja di Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.
"Dalam setahun, kami melakukan pemeriksaan darah sebanyak tiga kali. Hasilnya, dari 28 penderita HIV/AIDS tersebut, 20 orang menderita HIV dan delapan orang menderita AIDS," katanya.
Yang cukup mengejutkan, kata Madiawati, sebanyak 14 penderita HIV/AIDS ini merupakan warga Lombok Utara yang pernah bekerja di luar daerah maupun luar negeri.
Bagaimana mereka terjangkiti penyakit mematikan tersebut, kata dia, itu yang masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Namun yang jelas, sebanyak 14 penderita HIV/AIDS ini membawa penyakit dari tempatnya merantau kemudian pulang menulari istri dan anaknya.
"Dua warga Dusun Lenek (suami istri), dua warga Desa Malaka, dan satu warga Leong yang menderita HIV/AIDS. Besar kemungkinan, penyakit mematikan ini akan menulari anak-anak mereka," ujarnya.
Penderita HIV/AIDS, kata dia, cirinya hampir sama dengan penderita tuberkulosis (TB). Biasanya, penderita penyakit mematikan ini mengalami demam tinggi selama tiga minggu, susah tidur, dan badannya kurus.
Tetapi untuk memastikan apakah orang itu menderita HIV/AIDS tetap harus melalui pemeriksaan darah. Oleh sebab itu, Madiawati meminta kesadaran warga Lombok Utara untuk lebih aktif memeriksakan darahnya agar penyakit HIV/AIDS ini bisa terdeteksi lebih awal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian