Suara.com - Lari merupakan salah satu olahraga yang kini digandrungi oleh masyarakat urban. Wajar saja, hanya berbekal sepatu olahraga, siapapun bisa melakukan aktivitas fisik ini, baik tua maupun muda.
Tingginya minat terhadap jenis olahraga lari ini pun terlihat dari banyaknya ajang perlombaan lari yang diselenggarakan berbagai pihak.
Meski terlihat sepele, ternyata risiko yang ditimbulkan dari olahraga satu ini cukup besar. Salah satunya menyebabkan serangan jantung secara tiba-tiba. Oleh karena itu, sebelum mengikuti lomba, pelari disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung.
"Ini paling fatal. Kita harus pastikan apakah jantung kita sehat atau tidak sebelum ikut lomba lari. Cara mudahnya dengan mengukur denyut nadi di pergelangan tangan," kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Royal Sport Medicine Centre, Zaini K Sarigih pada konferensi pers Urbanathlon Sundown di Jakarta, belum lama ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan, jika denyut nadi selama satu menit mencapai 100 denyut, maka sebaiknya seseorang mengurungkan niatnya untuk mengikuti perlombaan lari.
"Sebenarnya nggak hanya untuk lari saja. Sebelum pertandingan olahraga apapun, seseorang harus menghitung jumlah denyut nadinya. Bayangkan, nggak olahraga saja jantung sudah bekerja lebih cepat apalagi jika dipaksakan berolahraga maka bisa bahaya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?