Suara.com - American Psychological Association mendefinisikan kemarahan sebagai emosi yang ditandai dengan sikap antagonis terhadap seseorang atau sesuatu yang telah membuat Anda dalam posisi tak nyaman.
Sebagian orang mungkin memiliki kecenderungan untuk mudah bereaksi terhadap kemarahan melalui pembalasan. Tapi ada pula yang berusaha mengendalikannya agar suasana tak menjadi hancur.
Sayangnya, mengendalikan amarah ternyata bisa menyebabkan masalah kesehatan. Hal ini karena kemarahan adalah emosi yang sangat kuat dan dapat sangat mempengaruhi kesehatan fisik secara tidak disadari.
Berikut adalah berbagai gangguan kesehatan yang mungkin muncul jika Anda mengendalikan amarah seperti dilansir Zeenews.
1. Sakit kepala
Menahan amarah kerap menjadi penyebab timbulnya sakit kepala. Menurut penelitian, kemarahan yang ditahan dapat menumpuk menjadi depresi atau kecemasan yang salah satunya ditandai dengan sakit kepala.
2. Masalah pencernaan
Kemarahan dapat mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan. Ketika Anda marah, tubuh mengaktifkan respon 'menutup perlawanan' dalam sistem saraf pusat. Hal ini bisa mempengaruhi sistem pencernaan karena aliran darah dari sistem saraf pusat tertutup dengan aktifnya respon tersebut.
3. Tidur malam tak nyenyak
Kemarahan dapat 'merampok' Anda dari kedamaian pikiran di malam hari. Dalam kondisi seperti itu, sangat tak mungkin seseorang dapat tidur nyenyak. Pasalnya, seluruh otot Anda tegang usai mengendalikan amarah.
4. Memperburuk kecemasan
Kemarahan adalah emosi kuat yang mengintensifkan kecemasan yang mengarah pada masalah kesehatan yang serius. Mengendalikan kemarahan dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan umum (GAD), suatu kondisi yang mempengaruhi jutaan orang.
5. Depresi
Kemarahan dapat memicu depresi. Jika Anda menghadapi masalah yang tidak menawarkan solusi yang efektif dan amarah sudah terlanjur Anda pendam maka hal ini bisa memicu depresi.
6. Meningkatkan tekanan darah
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang marah memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
7. Masalah kulit
Kemarahan berkepanjangan dapat membahayakan kulit tubuh Anda. Orang yang memendam amarah mereka, sering memiliki penyakit kulit seperti ruam, gatal-gatal, kutil, eksim dan jerawat.
8. Penyakit jantung
Ada risiko yang kuat bahwa kemarahan memainkan peran dalam penyakit jantung. Bahkan, sebuah studi 2002 yang diterbitkan di jurnal Circulation menyatakan bahwa orang pemarah berisiko dua kali lipat mengidap penyakit arteri koroner (CAD) dan berisiko tiga kali mengidap serangan jantung dibandingkan dengan orang yang jarang marah. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?