Suara.com - Ketika selesai menonton film di bioskop, tentu sebagian dari Anda akan berduyun-duyun ke toilet untuk buang air kecil. Anda juga mengalaminya? Berarti Anda tak sendiri.
Keinginan buang air kecil terus menerus yang sering disebut beser memang kerap dialami sebagian kecil orang. Kondisi ini bahkan bisa dibilang tak normal karena bisa dipicu oleh berbagai hal.
Ingin tahu apa saja yang dapat mempengaruhi keinginan berkemih terus menerus? Simak ulasan berikut, seperti dilansir Prevention.
1. Kandung kemih kecil
Ini adalah alasan klasik dari kondisi beser yang kerap dialami banyak orang. Menurut Greenleaf, pakar ginjal, setiap orang memiliki kandung kemih yang berbeda-beda. Sebagian besar kandung kemih, menurutnya hanya mampu menampung sekitar dua cangkir cairan.
Setelah penuh maka kandung kemih memerintahkan otak untuk mengeluarkan cairan melalui urin. Kabar baik bagi pemilih kandung kemih kecil, Anda dapat melatih kandung kemih untuk menahan lebih banyak cairan.
"Ketika kandung kemih penuh, otot-otot dapat meregang dan menahan pengeluaran cairan," kata Greenleaf.
2. Minum terlalu sedikit air
Jika terlalu banyak minum air dapat menyebabkan kondisi beser, terlalu sedikit asupan air juga dapat menimbulkan dampak yang sama.
"Ketika Anda kurang minum, urin menjadi lebih pekat, hal ini memicu kandung kemih untuk bereaksi dan mengeluarkan cairan," ujar Greenleaf.
3. Infeksi atau batu ginjal
Infeksi saluran kemih yang mengandung kristal kecil yang dikenal batu ginjal dapat mengiritasi kandung kemih dan meningkatkan keinginan untuk buang air kecil.
"Biasanya batu ginjal akan menyebabkan banyak rasa sakit di bagian belakang pinggang Anda,"imbuhnya.
4. Konsumsi beberapa jenis obat-obatan
Konsumsi air atau obat-obatan yang bersifat diuretik biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Sayangnya hal ini turut berdampak pada pengeluaran urin yang lebih sering.
5. Diabetes
Jika keempat penyebab yang telah diuraikan tidak Anda alami, maka harus waspada dengan faktor diabetes yang juga memicu kondisi beser. Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal tidak akan dapat menyaring dengan baik cairan yang masuk sehingga langsung ditumpahkan melalui urin. Jadi lakukan pemeriksaan kadar gula darah jika mengalami beser yang berkepanjangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!