Suara.com - Data World Health Organization (WHO) 2012 menyebutkan bahwa perempuan lebih sering mengalami masalah lambung seperti maag dibandingkan lelaki. Mengapa?
"Hal ini disebabkan karena kebiasaan pola makan yang kurang baik dan mengonsumsi makanan yang justru dapat menyebabkan iritasi pada lambung," ujar dr Jessica Florencia dari Klikdokter.com pada temu media 'Promag 45 Tahun Berbakti dan Berinovasi' di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Perempuan, lanjut dia, memiliki perspektif tersendiri mengenai bentuk tubuh yang ideal. Inilah yang menyebabkan perempuan menjalani diet ketat yang pada gilirannya memicu berbagai masalah kesehatan termasuk maag.
Tak hanya itu, Jessica menyebut bahwa perempuan juga lebih rentan mengidap stres dibandingkan laki-laki. Hal ini juga menjadi salah satu pemicu timbulnya peradangan di bagian lambung atau maag.
"Perempuan itu kan hatinya lembut jadi sangat sensitif. Kalau ada masalah, perempuan akan berpikir dua kali lipat lebih berat dibandingkan lelaki. Nah, ketika stres maka lambung memproduksi asam lebih banyak sehingga memicu maag," imbuhnya.
Penyakit maag ini sebenarnya bisa dicegah dengan lebih memperhatikan pola makan yang baik dan teratur, mengunyah makanan secara baik sehingga lambung bekerja lebih efektif, serta menghindari makanan yang memicu penyakit maag, istirahat yang cukup, hindari stres dan jauhi asap rokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya