Suara.com - Anda pasti sudah sering mendengar terlalu banyak makan gorengan akan menyebabkan penyakit. Tidak sepenuhnya salah, kadar lemak yang tinggi dalam gorengan menjadi penyebabnya.
Minyak yang digunakan untuk menggoreng termasuk dalam sumber lemak. Satu sendok teh minyak yang biasa Anda gunakan untuk menggoreng mengandung kurang lebih 50 kalori.
Meskipun terlihat sedikit, hanya 50 kalori, tetapi nyaris tidak mungkin Anda hanya mengonsumsi satu sendok teh minyak per harinya. Dan tidak hanya dari minyak goreng, sumber lemak lain seperti margarin, mentega, dan krim bisa jadi termasuk dalam jenis makanan yang Anda makan sehari-hari.
Berikut beberapa hal yang menyebabkan konsumsi gorengan berlebihan menjadi berbahaya yang dihimpun hellosehat.com.
1. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif
Sebuah penelitian dilakukan oleh Leah Cahill, Department of Nutrition di Harvard School of Public Health, kepada 100.000 orang lelaki dan perempuan selama 25 tahun. Studi tersebut menemukan, mereka yang mengonsumsi makanan yang digoreng setidaknya seminggu sekali memiliki risiko menderita diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit jantung.
Risiko ini semakin meningkat seiring dengan jumlah gorengan yang dikonsumsi. Sebagai perbandingan, mereka yang makan gorengan 4-6 kali seminggu memiliki risiko hingga 39% untuk menderita diabetes jika dibandingkan dengan yang makan gorengan 1 kali seminggu.
Sementara mereka yang makan gorengan 7 kali bahkan lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko menderita diabetes hingga 55 persen.
2. Meningkatkan risiko kegemukan
Tidak hanya diabetes, risiko kegemukan hingga obesitas juga meningkat. Makanan tinggi lemak biasanya juga tinggi kalori, karena 1 gram lemak setara dengan 9 kalori. Sehingga satu sendok teh minyak gorengan dapat menyumbang 45 kalori.
Jika Anda rutin mengonsumsi makanan yang digoreng, bukan tidak mungkin lama kelamaan berat badan Anda akan bertambah. Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko pada sebagian besar penyakit degeneratif, ini berarti jika berat badan Anda lebih dari normal maka risiko Anda untuk menderita penyakit lain juga meningkat.
3. Tersumbatnya pembuluh darah
Arterosklerosis adalah penumpukan plak di pembuluh arteri. Plak ini dapat menyumbat aliran darah dari pembuluh arteri ke organ-organ penting di tubuh kita. Plak terbuat dari lemak, kolesterol, dan kalsium yang terdapat dalam tubuh, lama kelamaan plak ini akan mengeras dan menghambat peredaran darah.
Aeterosklerosis dapat menimbulkan penyakit serius tergantung di mana plak ini terbentuk. Jika terbentuk di arteri yang mengarah ke jantung, sumbatan plak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, jika terbentuk di bagian leher bisa menyebabkan stroke.
Plak pada arteri yang mengarah ke anggota gerak dapat menyebabkan tangan dan kaki Anda terasa mati rasa bahkan infeksi.
4. Sumber lemak trans
Ada dua jenis lemak trans, yaitu yang secara alami terdapat pada makanan (biasanya pada daging dan susu) dan lemak trans buatan, yang berasal dari proses hidrogenasasi, suatu proses yang digunakan untuk mengubah minyak menjadi bentuk padat.
Jenis minyak ini banyak digunakan untuk menggoreng di gerai fast food, karena mudah disimpan, murah, dan dapat bertahan lama. Makanan yang diolah menggunakan metode deep fried biasanya menggunakan jenis minyak padat, karena minyak yang mengandung lemak trans memberikan rasa dan tekstur yang khas, serta bisa digunakan berkali-kali.
Sebelum 1990, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat mengizinkan penggunaan lemak trans. Tetapi setelah maraknya penelitian yang menunjukkan hubungan antara konsumsi lemak trans dan masalah kesehatan terutama peningkatan pada kadar kolesterol jahat (LDL), maka pada 2013 FDA menetapkan untuk membatasi izin penggunaan lemak trans buatan di produk makanan.
5. Minyak goreng digunakan berkali-kali
Salah satu alasan mengapa mengonsumsi gorengan berbahaya bagi kesehatan Anda adalah dari minyak yang digunakan berkali-kali. Masing-masing jenis minyak memiliki suhu maksimum, di mana pada suhu maksimal tersebut, minyak akan mulai mengeluarkan asap ketika dipanaskan.
Suhu ini disebut juga smoke point. Saat mencapai smoke point, akan dihasilkan zat berbahaya yang bersifat racun bagi tubuh, serta radikal-radikal bebas yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh Anda.
Semakin sering minyak digunakan, akan semakin rendah angka smoke point-nya sehingga semakin mudah menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak baik bagi tubuh. Selain itu, jika tidak disimpan dengan benar, minyak lama kelamaan akan bersifat anaerobik dan menjadi tempat pertumbuhan bakteri seperti bakteri penyebab keracunan makanan, clostridium botulinum.
6. Makanan digoreng menyerap lebih banyak minyak
Salah satu alasan mengapa gorengan yang Anda beli terasa gurih mungkin karena tepung berbumbu yang digunakan sebagai pelapis. Tetapi tahukah Anda, tepung tersebut merupakan salah satu sumber lemak terbanyak dalam gorengan? Sifat menyerap minyak yang dimiliki tepung menjadikan bagian tepung di gorengan mampu menyimpan banyak minyak setelah mengalami proses penggorengan.
Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Food Science mengungkapkan bahwa semakin lama makanan digoreng maka akan semakin banyak minyak yang terserap, karena ketika makanan terkena suhu panas dari minyak, air yang terkandung dalam makanan akan menguap dan pori-porinya membesar, memberi ruang untuk minyak masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya