Suara.com - Bayi kembar siam termasuk kelainan bawaan. Belum diketahui pasti apa penyebab yang mengakibatkan bayi kembar mengalami penyatuan di bagian organ tertentu.
Namun DR. Dr. Didi Danukusumo, SpOG (K) dari RSAB Harapan Kita mengatakan bahwa kondisi bayi kembar siam bisa diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) selama kehamilan.
"Kembar siam bisa diketahui dari USG, tiga kali periksa USG. Kalau sistematikanya diikuti, bisa diketahui adanya kembar siam," ujarnya pada temu media di RSAB Harapan Kita, Rabu (5/4/2017).
Didi menambahkan, pemeriksaan USG pada minggu ke-10, 20, dan 30 kehamilan, dapat menunjukkan kondisi kehamilan bumil termasuk ada tidaknya risiko bayi mengidap kelainan bawaan.
"Di minggu 10 kita lihat, perempuan hamil atau enggak. Kalau hamil, ia hamil di dalam kandungan atau di luar kandungan. Kalau di luar kandungan, apakah ada kista atau mium. Nanti di minggu 20, kita lihat bayinya ada satu atau dua, ada kelainan atau enggak," terangnya.
Namun, kalaupun terdeteksi potensi bayi kembar siam, Didi mengatakan, operasi pemisahan hanya bisa dilakukan setelah bayi lahir. Dokter di Indonesia telah berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dengan tingkat kesulitan tinggi sekalipun.
"Kalaupun kita tahu ternyata di dalam terjadi kembar siam, kita sampai saat ini enggak melakukan apa-apa. Tapi ketika lahir kita bisa lakukan operasi pemisahan dibantu dengan teknologi, dengan CT scan dipetakan dulu pembuluh darahnya. Selama operasi juga ada teknologi navigasi, jadi jaringan pembuluh darah juga bisa dimonitor," jelas Didi merinci.
Tag
Berita Terkait
-
Berhasil Dipisahkan, Kembar Siam Rafky-Rifky Dibolehkan Pulang
-
Cerita Yuni Sebelum Lahirkan Kembar Siam Rafky-Rifky
-
RSAB Harapan Kita Berhasil Pisahkan Kembar Siam Rafky-Rifky
-
Senangnya Keluarga Tani Ini, Pulang Bawa Bayi Safira dan Saqira
-
Begini Kebahagiaan Ibu Bayi Kembar Dempet Usai Operasi Pemisahan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat