Suara.com - Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu sudah akrab dengan beragam makanan pedas, seperti sambal-sambalan dan penggunaan rempah dalam banyak masakan yang menimbulkan sensasi panas.
Tak sedikit di antara kita yang merasa tidak kuat menghadapi rasa pedas atau panas di lidah. Sehingga, mereka lebih baik untuk menghindari makanan-makanan bercita rasa pedas.
Sebenarnya apa sih yang menjadi penyebabnya? Apakah ini hanya masalah selera atau ada penjelasan ilmiah?
Para ilmuan sebenarnya tidak yakin secara pasti mengapa beberapa orang dapat mentolerir begitu banyak rasa pedas. Namun, mereka memiliki beberapa gagasan.
Mereka beranggapan, kondisi ini adalah tentang bagaimana seseorang memiliki toleransi terhadap rasa pedas dari cabai atau rempah. Beberapa orang memiliki toleransi rasa pedas lebih dari yang lain. Demikian seperti dilansir dari Huffingtonpost.
Salah satu alasannya, beberapa orang dilahirkan dengan sedikit sensitivitas terhadap rasa pedas, karena reseptor pedasnya kurang responsif daripada mereka yang lain.
Kemungkinan lainnya, seseorang akan membangun ambang kepedasan mereka dengan memakan banyak makanan pedas, yang pada akhirnya akan menimbulkan efek desensitisasi.
Namun, kemungkinan lain menyebutkan, mereka yang memiliki toleransi terhadap rasa pedas yang tinggi disebut sebagai masokis jinak, yang bisa dikaitkan dengan tipe kepribadian Anda.
Jadi, Anda termasuk yang kuat atau tidak kuat pedas?
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?