Suara.com - Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu sudah akrab dengan beragam makanan pedas, seperti sambal-sambalan dan penggunaan rempah dalam banyak masakan yang menimbulkan sensasi panas.
Tak sedikit di antara kita yang merasa tidak kuat menghadapi rasa pedas atau panas di lidah. Sehingga, mereka lebih baik untuk menghindari makanan-makanan bercita rasa pedas.
Sebenarnya apa sih yang menjadi penyebabnya? Apakah ini hanya masalah selera atau ada penjelasan ilmiah?
Para ilmuan sebenarnya tidak yakin secara pasti mengapa beberapa orang dapat mentolerir begitu banyak rasa pedas. Namun, mereka memiliki beberapa gagasan.
Mereka beranggapan, kondisi ini adalah tentang bagaimana seseorang memiliki toleransi terhadap rasa pedas dari cabai atau rempah. Beberapa orang memiliki toleransi rasa pedas lebih dari yang lain. Demikian seperti dilansir dari Huffingtonpost.
Salah satu alasannya, beberapa orang dilahirkan dengan sedikit sensitivitas terhadap rasa pedas, karena reseptor pedasnya kurang responsif daripada mereka yang lain.
Kemungkinan lainnya, seseorang akan membangun ambang kepedasan mereka dengan memakan banyak makanan pedas, yang pada akhirnya akan menimbulkan efek desensitisasi.
Namun, kemungkinan lain menyebutkan, mereka yang memiliki toleransi terhadap rasa pedas yang tinggi disebut sebagai masokis jinak, yang bisa dikaitkan dengan tipe kepribadian Anda.
Jadi, Anda termasuk yang kuat atau tidak kuat pedas?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah