Suara.com - Salah satu tradisi lama dalam ruang persalinan adalah memotong plasenta atau tali pusar bayi yang baru lahir. Namun, tren terbaru membuat orangtua melewatkan momen itu bersama-sama.
Ada peningkatan jumlah ibu yang memutuskan menggunakan metode lotus birth, di mana tali pusar dibiarkan tertinggal menempel pada plasenta sampai jatuh dengan sendirinya.
Metode ini dipuji beberapa orang sebagai pilihan 'alami' dengan banyak gelombang manfaat, seperti mengurangi transisi dari rahim ke dunia, dan memberi anak persediaan nutrisi ekstra.
Namun, dokter memberi peringatan mode postpartum tersebut. Pasalnya, mereka mengklaim metode tersebut dapat menyebabkan bakteri dan infeksi pada anak.
Tujuan utama dari kelahiran teratai atau lotus birth adalah untuk memungkinkan bayi memperoleh semua nutrisi yang ditawarkan plasenta, seperti sel induk dan memulihkan darah, sebelum plasenta mengering.
Para pendukung metode persalinan teratai percaya, bayi akan merasakan tekanan yang tidak perlu saat mereka terputus dari sisa suplai darah yang mengalir melalui tali pusar dari plasenta. Menurut ideologi ini, bayi harus masuk ke dunia sesuai keinginan mereka sendiri, dan membiarkan mereka mendapatkan kebaikan dari plasenta.
Setelah bayi dan plasenta dilepaskan, kantong ditempatkan dalam wadah, dan dibawa berkeliling dengan bayi. Tali pusar akan tetap menempel pada bayi yang baru lahir sampai jatuh secara alami, sebuah proses yang bisa memakan waktu hingga 10 hari.
Kecenderungan kelahiran teratai pertama kali menjadi berita utama di tahun 2008, dan bahkan saat itu, para ahli medis dengan cepat mencoba dan menghentikan praktik tersebut.
British Royal College of Obstetricians and Gynecologists memperingatkan metode tersebut setelah sejumlah perempuan di Inggris memilih untuk menggunakan metode kelahiran teratai.
"Jika dibiarkan selama periode setelah kelahiran, ada risiko infeksi di plasenta yang dapat menyebar ke bayi. Plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Dalam waktu singkat setelah kelahiran, setelah tali pusar berhenti berdenyut, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan pada dasarnya adalah jaringan mati," kata seorang juru bicara.
Kelahiran teratai atau lotus birth dipuji karena dianggap 'ajaib'. Penelitian menunjukkan ada manfaat memiliki kabel tetap di tubuh bayi, tapi tidak lebih dari tiga menit.
Jeda sesaat setelah kelahiran bisa memberi manfaat bagi kebanyakan bayi yang baru lahir dengan memberi mereka gelombang darah kaya oksigen. Ahli obstetri menyarankan untuk menunggu 'setidaknya 30 detik sampai 60 detik setelah kelahiran,' untuk semua bayi baru lahir yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka.
Menunda memotong tali pusar selama tiga menit juga dapat mengurangi anemia pada anak-anak, dengan membiarkan anak menerima lebih banyak darah transfusi yang mengandung zat besi.
Ini memberi mereka volume darah yang sehat untuk transisi ke kehidupan di luar rahim. Anemia, yang dapat menimpa kinerja mental, memengaruhi lebih dari 40 persen anak-anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Demikian seperti dilansir Dailymail.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter