Suara.com - Menurut data yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik atau BPS pada 2015 dikatakan, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sudah mencapai angka 121.39 juta unit dan 98.88 juta diantaranya (81.5 persen) adalah sepeda motor.
Sementara itu, pada 2016 lalu, Polda Metro Jaya mengatakan ada sekitar 13,98 juta unit sepeda motor atau sekitar 74,94 persen di antaranya lalu lalang di DKI Jakarta.
Dari jumlah yang begitu banyak, tak heran jika kendaraan bermotor telah menjadi penyumbang polusi udara terbesar di DKI Jakarta. Bahkan, pada 2016 lalu, salah satu alat pemantau kualitas udara yang ada di lima lokasi di Jakarta sempat memantau kualitas udara yang mencapai kondisi sangat tidak sehat di kawasan Jakarta Utara.
Polusi udara akan sangat merugikan baik pada manusia maupun hewan yang peka, dan dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.
"Ini adalah lingkungan kita, suka tidak suka harus berhadapan setiap harinya. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat polusi udara adalah, iritasi pada mata, lalu ISPA," ungkap seorang dokter sekaligus Chief Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Lebih lanjut, Irwan memaparkan, cara terbaik dalam mencegah terjangkit penyakit akibat polusi udara dengan menggunakan masker jika tengah beraktivitas. Salah satunya, saat berkendara dengan sepeda motor.
"Kita paling tidak melakukan strategi pencegahan, seperti menggunakan masker saat keluar. Kita tidak pernah tahu tingkat polutan di luar seperti apa. Paling tidak, itu (memakai masker) akan mengurangi atau pencegahan tertular penyakit ISPA hingga 20 persen," imbuhnya.
Untuk mendukung gerakan kampanye Indonesia Sehat, Halodoc menggandeng Go-Jek membagikan masker penutup mulut bagi 20.000 mitra pengemudi Go-Jek di kawasan Jabodetabek.
"Berawal dari Halodoc sebagai karya Merah Putih, kita terinspirasi dengan, dan kita ingin berkontribusi bagi bangsa Indonesia dari sisi kesehatan. Kita menggandeng partner Gojek. Kita ingin memulai sesuatu yang kecil tapi berdampak besar," jelas Founder sekaligus CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, dalam acara yang sama.
Sudharta berharap, aksi kecil ini dapat menjadi awal dari edukasi serta langkah sederhana dalam mensosialisasikan penggunaan masker baik bagi mitra pengemudi maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini