Suara.com - Curah hujan yang tinggi belakangan ini menandakan musim hujan telah tiba. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meminta masyarakat mewaspadai risiko demam berdarah dengue (DBD) yang bisa timbul saat mulai muncul genangan air ketika hujan turun.
"Sudah mulai musim pancaroba, biasanya penyakit yang mengintai itu demam berdarah dengue. Kita harus waspadai," ujar dia.
Lebih lanjut, Menkes Nila mengungkapkan, risiko terinfeksi DBD bisa meningkat jika masyarakat tak menjaga kebersihan lingkungannya. Hal ini dapat meningkatkan peluang nyamuk bersarang, dan menggigit manusia.
"Lagi-lagi hal ini tidak jauh dari kebersihan. Saat lingkungan bersih, nyamuk yang jadi sumber penyakit bisa dihindari," jelas dia.
Dalam kesempatan lain, dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, mengatakan meningkatnya curah hujan memang berbanding lurus dengan jumlah kasus DBD.
"Musim hujan akan menurunkan air. Hal ini membuat air tergenang tidak mengalir yang menjadi sumber sarang nyamuk. Sehingga kasus DBD jadi lebih banyak," ungkapnya.
Pencegahan nyamuk penyebab penyakit perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekarang dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah pula memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna.
Untuk mewaspadai gigitan nyamuk, dr Leonard mengimbau masyarakat mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk meminimalisir peluang gigitan nyamuk. Dia juga mengingatkan masyarakat mencegah genangan air karena disukai nyamuk sebagai tempat perkembangbiakkan telur.
"Dia bertelur di air jernih yang tergenang. 1 cc air yang tergenang sudah bisa jadi media berkembang biak telur. Tapi masalahnya kan memang orang Asia lebih suka mandi pakai gayung di mana ada air yang tergenang. Itu bisa meningkatkan risiko perkembangbiakkan nyamuk," tandasnya.
Berita Terkait
-
Tak Semua Kasus Demam Berdarah Harus Menjalani Rawat Inap
-
Menkes Nila Ingatkan Pentingnya Imunisasi MR Cegah Katarak Anak
-
Ini Alasannya Banyak Orang Jatuh Sakit saat Musim Pancaroba
-
Kemenkes: Rumah Sakit Boleh Cari Keuntungan, Tapi ...
-
Heboh "Pil Zombie" Bikin Pemakainya Hampir Gila, Ini Kata Menkes
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif