Health / Women
Selasa, 10 Oktober 2017 | 09:26 WIB
Menkes Nila F. Moeloek saat menghadiri HUT Polwan Ke-69 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017). (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Curah hujan yang tinggi belakangan ini menandakan musim hujan telah tiba. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meminta masyarakat mewaspadai risiko demam berdarah dengue (DBD) yang bisa timbul saat mulai muncul genangan air ketika hujan turun.

"Sudah mulai musim pancaroba, biasanya penyakit yang mengintai itu demam berdarah dengue. Kita harus waspadai," ujar dia.

Lebih lanjut, Menkes Nila mengungkapkan, risiko terinfeksi DBD bisa meningkat jika masyarakat tak menjaga kebersihan lingkungannya. Hal ini dapat meningkatkan peluang nyamuk bersarang, dan menggigit manusia.

"Lagi-lagi hal ini tidak jauh dari kebersihan. Saat lingkungan bersih, nyamuk yang jadi sumber penyakit bisa dihindari," jelas dia.

Dalam kesempatan lain, dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, mengatakan meningkatnya curah hujan memang berbanding lurus dengan jumlah kasus DBD.

"Musim hujan akan menurunkan air. Hal ini membuat air tergenang tidak mengalir yang menjadi sumber sarang nyamuk. Sehingga kasus DBD jadi lebih banyak," ungkapnya.

Pencegahan nyamuk penyebab penyakit perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu. Tidak hanya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menutup dan mengubur) yang sekarang dikembangkan menjadi 3M plus, ditambah pula memodifikasi atau mendaur ulang benda-benda yang menjadi sarang nyamuk menjadi benda lain yang lebih berguna.

Untuk mewaspadai gigitan nyamuk, dr Leonard mengimbau masyarakat mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk meminimalisir peluang gigitan nyamuk. Dia juga mengingatkan masyarakat mencegah genangan air karena disukai nyamuk sebagai tempat perkembangbiakkan telur.

"Dia bertelur di air jernih yang tergenang. 1 cc air yang tergenang sudah bisa jadi media berkembang biak telur. Tapi masalahnya kan memang orang Asia lebih suka mandi pakai gayung di mana ada air yang tergenang. Itu bisa meningkatkan risiko perkembangbiakkan nyamuk," tandasnya.

Baca Juga: Cegah DBD, Menkes Ingatkan Murid Jaga Kebersihan

Load More