Suara.com - American Psychiatric Association mengatakan bahwa fobia jarum suntik mempengaruhi sekitar 10 persen populasi orang di dunia.
Besarnya populasi ini menjadikan beberapa perusahaan alat kesehatan berlomba membuat inovasi mulai dari memperkecil ukuran jarum suntik untuk menggurangi nyeri, hingga teknologi suntikan tanpa jarum.
Inovasi ini diadopsi Rumah Sunatan, sebagai jaringan klinik sunat yang saat ini sudah memiliki 40 cabang di Indonesia.
Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, selaku pendiri Rumah Sunatan mengatakan bahwa pihaknya mencoba memanfaatkan teknologi mutahir tersebut untuk tujuan anastesi sirkumsisi atau sunat.
"Jadi trauma akibat jarum suntik pada anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Di Rumah Sunatan misalnya kita coba atasi dengan pakai klem yang minim rasa sakit. Ruangan sunat kita modifikasi sedemikian rupa agar anak tidak merasa takut, ada gadget atau game yang bisa dimainkan selama proses sirkumsisi," ujar dr Mahdian pada temu media Revolusi Sirkumsisi tanpa Jarum Suntik di Jakarta, Selasa (14/11/2017).
Hingga akhirnya pada dua bulan terakhir, Rumah Sunatan menghilangkan penggunaan jarum suntik dengan kombinasi teknologi sirkumsisi modern seperti klem.
Dr Mahdian menyebut teknologi suntikan tanpa jarum memanfaatkan energi pendorong yang kuat dari pegas, gas, atau elektromagnetik untuk mengubah cairan anestesi dalam bentuk butiran yang dapat ditembakkan langsung ke bagian saraf di sekitar organ kelamin.
"Obat anastesi akan lebih mudah diserap dan menyebar lebih baik menggunakan teknologi needle-free injection dibandingkan penggunaan jarum suntik konvensional. Dengan teknologi ini waktu capai analgesia pasien sunat menjadi lebih cepat, tanpa menimbulkan cidera jaringan dan tanpa rasa sakit," ujar dr. Mahdian.
Ia berharap dengan penerapan teknologi suntikan tanpa jarum ini dapat mengurangi risiko trauma pada anak ketika di sunat.
Baca Juga: Century Park Hotel, Senayan Selenggarakan Khitanan Massal
Orangtua juga lebih tenang karena sang anak tidak akan merasakan pengalaman buruk ketika menjalani proses sirkumsisi.
"Kalau sunat dilakukan tanpa disuntik anak-anak akan berani semua. Rasa trauma bisa dicegah," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD