Suara.com - Sebuah studi baru menemukan, orang-orang yang dipukul saat masih anak-anak cenderung menjadi kasar saat menjalin hubungan di kemudian hari.
Periset dari The University of Texas Medical Branch (UTMB) menemukan, 68 persen orang dewasa yang disurvei yang dipukul pada masa kanak-kanak cenderung agresif secara fisik terhadap pasangan mereka saat dewasa.
Penulis senior UTMB, Jeff Temple of the University of Texas Medical Branch, mengatakan anak-anak yang telah mengalami hukuman fisik lebih cenderung melakukan "kekerasan dalam hubungannya".
"Sementara orangtua mungkin menganggap bentuk hukuman fisik ini adalah pelajaran yang bagus, penelitian substansial menunjukkan bahwa hal itu lebih berbahaya. Studi saat ini menunjukkan bahwa hukuman fisik saat masih anak-anak dikaitkan dengan kekerasan berkencan yang dilakukan sejak remaja dan dewasa muda," kata dia.
"Meskipun kita tidak dapat mengatakan bahwa pukulan yang diterima kemudian menjadi kekerasan, maka jika seorang anak mengetahui hukuman fisik adalah cara untuk menyelesaikan konflik, dia mungkin akan membawa konflik tersebut ke dalam konflik dengan pasangan intim mereka di kemudian hari," sambungnya.
Sekitar 700 orang dipelajari untuk penelitian ini, dengan 68 persen melaporkan hukuman fisik di masa kecil, 19 persen mengaku melakukan kekerasan saat berkencan atau ketika berumah tangga (KDRT).
Menurut UTMB, sekitar 80 persen anak-anak dihukum secara fisik di seluruh dunia, ada bukti jelas bahwa hal itu lebih berbahaya daripada kebaikan.
"Meskipun bukti meningkat menunjukkan banyak efek merugikan dari hukuman fisik, banyak orangtua, dan bahkan beberapa sekolah terus berpikir bahwa ini adalah cara yang dapat diterima untuk menghukum perilaku yang tidak tepat," kata Temple.
"Orangtua adalah pandangan pertama anak tentang hubungan dan bagaimana konflik ditangani. Hukuman fisik adalah mengkomunikasikan kepada anak-anak bahwa kekerasan merupakan cara yang dapat diterima untuk mengubah perilaku. Strategi ini tidak hanya efektif untuk mengubah perilaku atau menyelesaikan konflik, penelitian dan penelitian lainnya menunjukkan hukuman fisik berdampak negatif pada kesehatan dan perilaku anak-anak jangka pendek dan jangka panjang," lanjutnya.
Baca Juga: Lelaki Kecanduan Judi Korban Kekerasan Saat Kecil
Studi tersebut merupakan kelanjutan penelitian sebelumnya yang menghubungkan pukulan dengan kerusakan mental dalam jangka panjang.
Tahun lalu, sebuah studi dari University of Texas dan University of Michigan menemukan, memukul menyebabkan masalah kesehatan mental, kemampuan kognitif yang rendah dan risiko menerima penganiayaan fisik sebagai norma di kemudian hari. Sementara itu, pada awal tahun ini sebuah studi selama 50 tahun Dari 160 ribu anak terbukti semakin banyak anak yang ditampar, semakin agresif dan antisosial mereka. (News.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah