Suara.com - Bagi banyak orang, vaksin dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dalam sejarah medis, yang bisa menyelamatkan jutaan kematian setiap tahunnya. Sayangnya, tidak sedikit pula yang memandang skeptis hal ini.
Sebuah kisah yang dibagikan di sosial media mungkin bisa meyakinkan Anda betapa pentingnya vaksin. Seorang perempuan bernama Alecia Rankin mem-posting foto keponakan perempuannya yang berusia tujuh pekan di Facebook.
Alecia memperingatkan orangtua, setuju atau tidaknya mereka dengan imunisasi, bayi berisiko sakit parah sebelum mereka menentukan pilihan. Keponakannya terjangkit flu yang sangat langka. Dia bertekad untuk membuktikan betapa pentingnya vaksin sebenarnya.
"Alasan ke #1736493983283763 untuk memvaksinasi anak-anak Anda? Keponakan saya yang berusia 7 minggu terjangkit flu HIB," tulisnya.
Flu ini dikenal sebagai haemophilus influenza atau HIB, yang merupakan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, mulai dari yang relatif tidak berbahaya hingga yang serius, dan dalam beberapa kasus bahkan bisa menyebabkan kematian.
Rankin menunjukkan, vaksinasi bisa memberantas penyakit tersebut. Namun, tidak bagi mereka yang tidak dilindungi oleh vaksin, seperti keponakannya, hal itu bisa berakibat fatal.
Untuk memberikan vaksinasi, bayi akan diberi dosis pertama sekitar usia dua bulan. Namun, keponakan Rankin, Aryn, berusia di bawah usia tersebut. Kini, Aryn terjangkit flu HIB dan infeksi bakteri di aliran darahnya.
"Jadi sebelum Anda memutuskan untuk tidak memvaksinasi anak-anak Anda karena 'itu adalah pilihan Anda', mereka yang divaksinasi tidak akan terpengaruh. Ingat, bayi bisa sakit sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin mereka," tutup Rankin.
Meski begitu, Aryn termasuk salah satu orang-orang yang beruntung, di mana hasil tes ketukan tulang belakang meningitisnya negatif.
Baca Juga: KLB, Remaja hingga Dewasa di Depok Minta Vaksin Difteri
Tidak lama kemudian, dia dipulangkan dari rumah sakit dan bisa pulang ke rumah bersama keluarganya. (Independent)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia