Suara.com - Bila salah satu resolusi tahun baru yang Anda buat adalah menjadi lebih baik dan sehat, maka tidur yang cukup merupakan awal terpenting yang bisa Anda lakukan.
Dilansir dari AsiaOne, berikut tips dari para ahli agar Anda bisa mengatur waktu tidur yang lebih baik pada 2018.
1. Buat jadwal tidur reguler
Sebagai pekerja, Anda mungkin kerap berpikir untuk melampiaskan tidur saat hari libur. Tapi menurut sebuah penelitian terbaru, menjaga pola tidur teratur adalah hal yang lebih baik untuk dilakukan bagi kesehatan.
Seorang ahli dalam masalah tidur, Matthew Walker menyarankan agar setiap orang membuat jadwal reguler untuk tidur dan bangun tidur setiap harinya.
Senada dengan Walker, Kathleen Farrel dan Jane Reagan dari University of Colorado mengatakan bila kebiasaan baru tersebut terasa sulit, maka buatlah jeda satu jam dan biarkan tubuh Anda memilih untuk tetap terjaga atau tertidur.
Keduanya juga mengaku bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk terbiasa selama beberapa malam. Namun bila pola tidur reguler telah berhasil dilakukan, Anda akan mulai merasa lebih santai dan bisa fokus dalam bekerja.
2. Kamar tidur yang nyaman
Kenyamanan di kamar tidur merupakan faktor yang sangat penting agar mendapatkan tidur yang berkualitas. Pastikan juga kamar hanya didesain untuk beristirahat, bukan untuk bekerja, makan, atau bahkan menonton televisi.
Dr. Philip Alapat dari Baylor College of Medicine, serta Matthew Walker sepakat agar suhu kamar tidur berada pada temperatur 19 derajat celcius. Alapat juga menambahkan agar kamar tidur harus bernuansa gelap dan sepi. Oleh karena itu, coba gunakan tirai berwarna hitam, penutup mata, atau bahkan penutup telinga.
3. Luangkan waktu sejenak sebelum tidur
Baik Alapat dan Walker setuju bahwa seseorang perlu meluangkan waktu setidaknya satu jam sebelum tidur. Jangan berharap bisa langsung tertidur sesaat setelah menyaksikan tayangan film yang menegangkan.
Otak akan bekerja dan Anda perlu mengurangi aktifitas memacu jantung seperti itu. Sebagai gantinya, coba sesuatu yang lebih santai seperti mandi atau membaca buku.
4. Matikan semua layar
Salah satu tersangka utama yang membuat seseorang kesulitan untuk pergi tidur adalah gadget. Padahal, banyak hasil studi yang mendukung pernyataan bahwa gadget dapat mengurangi kualitas dan kuantitas tidur seseorang. Terlalu banyak bermain gadget sebelum tidur, dipercaya dapat mengurangi pelepasan hormon melatonin, hormon yang membantu Anda tidur dengan nyanyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal