Suara.com - Latihan pernapasan dalam umumnya baik untuk semua orang di semua tahap kehidupan. Pada perempuan, hal ini juga sangat penting selama kehamilan.
Rahim terus berkembang seiring bertambahnya bulan dan akibatnya, perut menjadi lebih besar dari sebelumnya, terutama selama trimester ketiga. Pertumbuhan ini memberi tekanan besar pada diafragma dan paru-paru menjadi sempit.
Pada masa ini, perempuan mungkin akan merasa sulit bernafas normal. Terkadang, ada yang mengalami kasus kesehatan terburuk. Ini karena
kapasitas paru-paru atau ruang ekspansi dan kontraksi yang rendah.
Nah, mempraktikkan latihan pernapasan dalam sejak awal selama kehamilan akan membantu mengatasi masalah ini dengan mudah dan efektif. Selain itu, ada beberapa manfaat lain dari latihan pernapasan dalam pada perempuan hamil, yang dilansir dari Boldsky.
1. Memudahkan persalinan
Kebahagiaan, keinginan, ketegangan, kegelisahan dan ketakutan, ini adalah gabungan emosi yang kebanyakan dialami seorang perempuan saat menghadapi persalinan.
Faktanya, seseorang harus merasa santai dan tenang, menikmati semua prosesnya dan menyelesaikannya tanpa banyak komplikasi.
Pernapasan dalam membantu untuk menenangkan diri.
Selain itu, untuk mendorong bayi keluar, seseorang harus menahan napas selama beberapa detik, jika paru-paru dalam keadaan lemah, ini
mungkin sangat sulit dilakukan. Sekali lagi, latihan pernapasan dalam dapat menyelamatkan Anda.
Baca Juga: Ingin Kurangi Berat Badan? Perbaiki Teknik Pernapasan Anda
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital