Suara.com - Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) mendorong pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera membentuk Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir.
Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan anak yang masih sangat tinggi di Indonesia.
"Kami memiliki tugas untuk memberikan rekomendasi. Nanti Kementerian Kesehatan atau stakeholder yang lain, yang memutuskan," ujar ketua penelitian Evidence Summit dari AIPI, Prof. DR. dr. Akmal Taher, SpU(K) dalam agenda AIPI dan USAID di Jakarta, Rabu, (28/3/2019).
Menurut data laporan World Bank pada 2017, diperkirakan ada satu ibu meninggal dunia karena melahirkan dalam setiap enam jam di Indonesia. Pun dari hasil Survei Data Kesehatan Indonesia pada 2012, dalam setiap 1000 kelahiran di Indonesia, ada 19 bayi yang meninggal dunia.
Menurut hasil penelitian Evidence Summit, beberapa penyebab utama angka kematian ibu dan bayi dalah belum meratanya pelayanan kesehatan yang berkualitas, terlambat mendapat pertolongan pada keadaan darurat dan sistem informasi kesehatan yang belum terpadu.
Nantinya, Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir juga akan berfungsi sebagai forum komunikasi antar peneliti, praktisi, dan penyusun kebijakan.
Menanggapi gagasan dari AIPI, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek, menyambut baik ide tersebut.
"Saya kira bagus. Kami buat komite dk Kementerian Kesehatan, ada jantung, kanker, ginjal, tapi komite kematian ibu (Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir) belum. Ini mungkin bisa dibuat," ujar Menkes Nila dalam acara yang sama.
Baca Juga: Fransiska dan Mathilda Siap Taklukkan Puncak Everest
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin