Suara.com - Banyak yang menganggap keracunan matahari sama seperti terbakar matahari. Tapi faktanya, gejala yang ditimbulkan oleh keracunan matahari bisa lebih parah dari sekadar terbakar matahari.
Seorang perempuan berusia 20 tahun, Holly Barrington, mengalami keracunan matahari ketika pergi berlibur ke Tenerife, Spanyol.
Namun, pada hari kedua liburan, Holly, yang saat ini sedang mempelajari ilmu biomedis di Universitas Salford di Manchester, menyadari ada sesuatu yang aneh pada wajahnya setelah ia berjemur di bawah sinar matahari.
“Saya memakai krim matahari dan tidak merasa terbakar, tetapi ketika saya kembali ke kamar hotel dan mandi, saya bisa merasakan wajah saya mulai membengkak dan terasa sangat panas,” katanya.
Ketika dia bangun keesokan harinya, wajah Holly menjadi begitu bengkak sehingga dia bahkan tidak bisa membuka matanya. Seorang dokter darurat dipanggil ke ruangan untuk memeriksanya.
"Dokter di Tenerife mengatakan kepada saya bahwa pembengkakan bisa disebabkan oleh 'keracunan matahari', suatu istilah yang bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya," kata Holly.
"Terlepas dari kenyataan bahwa aku mengenakan krim matahari, aku percaya mataku akan dilindungi oleh kacamata hitamku, tetapi ternyata tidak," kata Holly.
Keracunan matahari adalah bentuk parah dari sengatan matahari yang dapat terjadi ketika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari, demikian seperti dilansir dari situs Health Line.
"Keracunan matahari adalah reaksi alergi dan biasanya menghasilkan benjolan yang kadang terasa gatal. Gejala lainnya adalah demam, menggigil, mual, dan pusing," kata Dr. Cybele Fishman, seorang dokter kulit bersertifikat di AS.
Baca Juga: Kaos Ahmad Dhani Sebelum Jalani Sidang Bikin Salah Fokus
"Ada beberapa penelitian yang mengungkap bahwa aspirin dan krim atau salep kortison (satu persen) dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit," kata Dr. Rokhsar. Tapi jika kulit Anda melepuh dibarengi dengan rasa sakit atau lelah, Anda harus pergi ke dokter kulit sesegera mungkin.
Cara terbaik mencegah keracunan matahari adalah dengan melindungi kulit Anda. "Label SPF hanya memberi perlindungan dari sinar UVB. Untuk melindungi kulit dari UVA, carilah losion yang bertuliskan 'spektrum yang luas' pada labelnya," kata Dr. Fishman. "Bahkan lebih baik lagi, pilih tabir surya yang mengandung setidaknya enam persen zinc oxide atau titanium dioxide. Keduanya tidak hanya memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB, tetapi juga merupakan mineral bagi kulit dan bukan bahan kimia sehingga tidak akan menyebabkan alergi."
Wajah Holly akhirnya kembali ke normal setelah seminggu. Kejadian ini menjadikannya lebih berhati-hati saat menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat