Health / Men
Selasa, 08 Mei 2018 | 06:41 WIB
Pemenang inovasi alkes di ajang IndoHCF Innovation Awards 2018, Prof. Dr. Aulanni'am, Drh, DES dari Universitas Brawijaya Malang, dengan karya Biosains Rapid Test GAD65.

Didukung Biofarma
Sementara pemenang inovasi alkes di ajang IndoHCF Innovation Awards 2018, yakni Prof. Dr. Aulanni'am, Drh, DES dari Universitas Brawijaya Malang, dengan karya Biosains Rapid Test GAD65, mendapat dukungan yang lebih baik. Sebab, salah satu produk unggulan Institut Biosains Universitas Brawijaya ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Biofarma Bandung dan telah dilaunching pada 2014.

Prof. Dr. Aulanni'am, Drh, DES yang ditemui disela acara penghargaan mengatakan, produk rapid test untuk mendeteksi Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan tipe 1,5. Pada kit ini, deteksi dilakukan terhadap keberadaan autoantibodi GAD65 yang merupakan marker dini kerusakan sel beta pankreas.

Kit ini mampu mendeteksi awal terjadinya autoimun diebetes sehingga dapat dilakukan pada bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat penderita DM dalam keluarganya. Penggunaan kit ini merupakan skrining awal terhadap penyakit DM, yang bertujuan untuk memperbaiki tatalaksana pencegahan terhadap DM sehingga penting bagi keluarga yang memiliki riwayat DM, agar tidak berlanjut menjadi penderita DM.

Diagnosa dilakukan dengan menggunakan serum darah sebanyak 20 mikroliter dan hasilnya sudah didapatkan dalam waktu 30 menit. Kit ini tidak memerlukan alat khusus sehingga mudah dilaksanakan pada tingkat layanan medis sederhana.Biosains Rapid Test GAD65 telah terbukti memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi.

"Produk Biosains Rapid Test GAD65 yang merupakan kit diagnostik dini untuk penyakit diabetes saat ini siap untuk di produksi massal dan dipasarkan setelah kami melakukan riset selama beberapa tahun yang lalu," kata Prof. Dr. Aulanni'am.

Dia mengaku untuk produk Biosains Rapid Test GAD65 ini telah mendapatkan sertifikasi laboratorim dan telah diuji pakai di negara luar seperti Afrika dan Timur Tengah. Tetapi belum diproduksi secara masal.

"Produk Kit diagnostik tersebut sudah melewati tes uji laboratorium dan pasien di lapang dengan hasil sensitivitas yang sangat baik (100%) dan spesifisitas 91,67%. Kami dalam hal ini siap memproduksi namun masih memerlukan fasilitas gedung atau ruangan yang memadai sesuai dengan kebutuhan standar laboratorium produksi Good Laboratory Practice -Good Manafacturing Practice (GLP-GMP)," katanya.

Prof. Dr. Aulanni'am menambahkan, kemungkinan besar bahwa produk ini secara komersial akan dipasarkan oleh Biofarma sebagai institusi yang memiliki ijin dan wewenang untuk memasarkan produk sejenis.

"Dalam waktu dekat ini akan diadakan koordinasi lanjut pembicaraan Biofarma, UB dan BinFar (Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan) terkait dengan registrasi produk diagnostik sebagai alat kesehatan," katanya

Baca Juga: Sistem Penilaian Berbeda, Siswa Jangan Takut Menjawab Soal SBMPTN

Inovasi ICT Kesehatan
Sementara itu, pemenang kategori inovasi Information and Communication Technology (ICT) Kesehatan di ajang IndoHCF Innovation Awards 2018 adalah dr. Titin Hardiana dengan karya Sistem Informasi Pemetaan Profil Lingkungan dari Puskesmas Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat.

Ia menjelaskan, ICT Kesehatan ini dikembangkan sejak 2017 di wilayah pelayanan Puskesmas kecamatan Limo, dan kini telah masuk menjadi proyek wajib di setiap puskesmas Kota Depok.

Lebih lanjut dr. Titin menjelaskan, pemetaan profil Kesehatan Lingkungan UPT Puskesmas Kecamatan Limo adalah sistem informasi berbasis Web dan Android yang menggunakan basis data GIS untuk input data sekaligus memetakan data profil kesehatan lingkungan di seluruh wilayah Kecamatan Limo Kota Depok Jawa Barat.

"Jadi semua agen kesehatan kita di Puskesmas Limo dan juga di masyarakat akan terus menginput semua kejadian terkait kesehatan dan kondisi lingkungan melalui aplikasi android, sehingga bisa dilakukan tindakan bila ada hal-hal yang perlu perbaikan," terangnya.

Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Limo ini menambahkan, pihaknya juga mengembangkan inovasi baru berupa aplikasi pengingat bagi pengidap Tuberkulosis (TB). Terobosan tersebut dirancang setelah puskesmas tersebut sukses menciptakan inovasi Sistem Informasi Pemetaan Profil Kesehatan Lingkungan (SIPP KLING) serta Sistem Informasi Posyandu (Sindu).

"Kita ingin memantau penderita TB agar selalu tepat waktu meminum obat. Jadi ada reminder kepada pasien sehingga penyakit ini berkurang dan tidak menular kepada yang lainnya," ucap dr. Titin.

Dia menambahkan, aplikasi ini akan segera dirancang. Pasien hanya perlu mengunduh di playstore secara gratis. Pasien pun akan terus diingatkan serta diedukasi melalui aplikasi tersebut.

Inovasi ICT Kesehatan yang juga masuk nominasi menarik adalah aplikasi Si Ali Jadul. Aplikasi ini merupakan inovasi ICT yang diterapkan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, berupa sistem pendaftaran online terjadual waktu layanan yang didedikasikan untuk masyarakat pengguna layanan RSUD Budhi Asih agar tidak lagi mengantri sejak subuh dan berdesak-desakan.

"Dengan pendaftaran online, masyarakat tidak perlu antri sampai ke jalan dan terjerat calo pendaftaran. Dan kamipun dapat mengatur waktu dan hari layanan," ungkap Arbi Iskandar, staf IT RSUD Budhi Asih.

Selain itu Keuntungan lain dari inovasi ICT Si Ali Jadul adalah tenaga rumah sakit lebih tenang, tidak stres menghadapi banyaknya pasien, hingga difitnah menolak pasien. Dengan inovasi ini, pegawai di RSUD dapat mempersiapkan dokumen rekam medik lebih awal sehingga dapat menghemat biaya dan SDM.

Untuk masyarakat rumah sakit, keuntungannya dalam era JKN, bisa saling share pasien dan jaga mutu layanan dengan menetapkan kuota optimal layanan. "Dengan penyelenggaraan award ini menjadi wadah untuk menciptakan inovasi tentang peningkatan layanan kesehatan sesuai dengan perkembangan era saat ini," ungkap Arbi Iskandar.

Lima Kategori Penghargaan Inovasi di Bidang Kesehatan
Untuk diketahui, IndoHCF Innovation Awards 2018 dibagi dalam lima kategori yakni SPGDT, KIA, GERMAS, ALKES, dan ICT HEALTH. Untuk tahun ini khusus kategori SPGDT, KIA, dan GERMAS penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang sudah berupaya melakukan inovasi terhadap 3 program di atas dan sudah langsung ditetapkan pemenang yang akan menerima penghargaan.

Pemenang IndoHCF Innovation Awards 2018 untuk Kategori SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu), diberikan kepada pemerintah daerah, yakni Propinsi Daerah Istimewa Aceh yang memiliki inovasi program SPGDT dalam membangun jejaring antara Propinsi dengan Kabupaten/Kota di wilayahnya. Kemudian Kota Bandung yang memiliki inovasi jejaring lintas sektoral.

Penghargaan juga diberikan untuk Kabupaten Kepulauan Sula, walaupun dengan segala keterbatasan kemampuan daerah yang terdiri atas beberapa kepulauan, ternyata mampu melakukan inovasi dalam proses rujukan antar pulau.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif mengungkapkan kebanggaannya dengan ditetapkan sebagai Pemenang kategori SPGDT tingkat provinsi. Memang sejauh ini Pemprov Aceh telah memiliki unit sendiri untuk pelaksanaan SPGDT (UPTD-P2KK). 

Sesuai intruksi Gubernur Aceh yamg termuat dalam Pergub No 41 tentang SPGDT, kini telah terbentuk PSC 119 di 16 kab/kota, dengan sarana dan prasarana yang lengkap, dan terintegrasi dengan jejaring terkait, bahkan sudah terintegrasi dengan Kemenkes (NCC 119).

dr. Hanif juga mengungkapkan bahwa SPGDT Aceh saat ini telah memiliki aplikasi based android untuk layanan terpadu (SAPAT). Selain itu, dalam mendukung program SPGDT, komunikasi juga dibangun dengan Polresta melalui radio, menjadi anggota forum LLAJ, bergabung dengan Forum SAR Aceh, Forum PRB, dan forum keselamatan jalan.

"Harapan saya award ini menjadi motivasi daerah dalam inovasi pelayanan kesehatan," jelas dr. Hanif.

Selanjutnya, Kategori KIA, penghargaan diberikan kepada Pemerintah Daerah Kota Semarang dengan program GIAT (Gerakan Ibu Anak Sehat) bersama Gasurkes KIA (Petugas Surveilans Kesehatan Ibu Anak) dengan inovasi deteksi dini terhadap permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak, yang diharapkan dapat mempercepat penanganan masalah KIA.

Demikian pula Kategori Inovasi Germas, penghargaannya diberikan kepada Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta, dengan inovasi gerakan masyarakat melalui optimalisasi Kelurahan Siaga. Penghargaan juga diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, dengan inovasi gerakan masyarakat yang multietnis dan lintas sektoral.

Load More