Suara.com - Memiliki anak memang anugerah tersendiri bagi orangtua. Namun, apa jadinya jika sang anak yang sangat dibanggakan mulai berani berbohong.
Dilansir dari Boldsky, orangtua diharapkan tak langsung menyalahkan anak. Karena sejatinya seorang anak belum mengetahui perbedaan antara kebohongan dan kebenaran.
Kebanyakan anak-anak mulai berbohong untuk menghindari konsekuensi yang menimbulkan dampak negatif untuk dirinya.
Misalnya saat ingin bermain, anak-anak cenderung berbohong tentang pekerjaan rumah dan menghindarinya. Kalau sudah begitu, maka tanggung jawab mendidik anak akan lebih berat bagi orangtua.
Untuk mengatasinya, Anda sebagai orangtua harus menjadi role model kejujuran bagi anak dan senantiasa berkata serta berperilaku jujur dalam segala situasi.
Misalnya saat ada tamu bertandang ke rumah dan Anda enggan menemui tamu tersebut, jangan buat anak terlibat untuk berbohong dengan mengatakan bahwa Anda tidak ada di rumah. Berkatalah sesuai dengan kenyataan yang ada.
Selain itu, Anda jelaskan juga tentang kebenaran dan kebohongan pada anak. Jika anak mengetahui perbedaan utama antara mengatakan kebenaran versus berbohong, maka niscaya anak enggan berbohong dalam hidupnya.
Maka dari itu, orangtua harus mengambil langkah-langkah dan menjelaskan konsekuensi yang didapat jika tidak berkata dan berperilaku jujur.
Ajarkan anak-anak Anda cara menyeimbangkan kejujuran dengan belas kasih. Hal ini adalah cara humanis paling canggih yang harus dipelajari anak dalam hidupnya.
Jika anak terlanjur berbohong, Anda sebagai orangtua harus berani bertindak tegas. Beri mereka satu peringatan atau kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Daripada memarahinya habis-habisan, minta mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi