Suara.com - Kolagen adalah salah satu kata paling dikenal dalam industri kecantikan dan perawatan kulit. Inilah yang mendorong perusahaan garmen untuk memberikan nama ini bagi koleksi busana terbarunya.
Buki, sebuah merek pakaian olahraga baru saja melansir rangkaian model terbaru yang bisa dikenakan sehari-hari tanpa memandang musim. Uniknya, koleksi bertema kolagen ini memang dibuat dengan kapsul-kapsul mengandung kolagen yang menempel di serat kain.
Bahkan, koleksi ini juga memiliki perlindungan ultraviolet (UPF) 50 untuk melindungi pengguna dari efek sinar matahari, dengan harga berkisar Rp 1.300.000 untuk sarung bantal sampai Rp 2.500.000 bagi hoodie atau pelindung kepala.
Meski sangat menarik, namun banyak orang bertanya-tanya. Benarkah busana yang kita kenakan, benar-benar memberikan manfaat seperti diklaim oleh Buki?
Nah, berikut penjelasan dari dokter kulit untuk hal ini.
"Kolagen adalah protein yang paling melimpah dalam tubuh dan memberikan perancah untuk sebagian besar hal dalam tubuh kita," kata Dr Angela Lamb, direktur Praktek Dermatologi Fakultas Westside Mount Sinai di New York, Amerika Serikat, kepada HuffPost.
Kolagen bisa ditemukan di otot, tulang, pembuluh darah, kulit dan tendon, dan itulah yang membuat kulit kita lentur juga kencang, menurut situs web Dr. Axe.
Ada banyak krim dan serum berbasis kolagen yang menjanjikan untuk memperbaiki garis-garis halus dan menjaga kulit tampak kenyal dan lentur.
Namun, ada beberapa perdebatan terkait keampuhan menerapkan kolagen secara topikal, karena molekul kolagen cukup besar dan tidak dapat menembus kulit sangat dalam, menurut Into the Gloss.
Baca Juga: Mau Punya Gigi Putih? Kenali Dulu Beda Veneer dan Whitening
Dokter kulit yang berbasis di New York, Amy Wechsler, juga mengatakan ada banyak serum dan krim di pasar yang mengatakan produk mereka bermanfaat, tetapi nyatanya hanya teknik pemasaran belaka.
Dr. Melda Isaac, dari Pusat Kulit Dermatologi MI di Washington, D.C., Amerika Serikat mengatakan kepada HuffPost bahwa menerapkan atau menelan kolagen tidak memiliki manfaat yang pasti, dan kolagen juga tidak diserap melalui permukaan kulit.
Meski begitu, Wechsler memberi tahu, bahwa bagaimanapun, mungkin ada beberapa produk kolagen terbaik, namun efeknya hanya sebatas melembapkan, bukan membuat kulit terlihat lebih muda, itu karena kulit Anda tidak menyerap kolagen.
Dalam produk kecantikan, kolagen biasanya diambil dari sapi (bovine), babi, atau ikan laut. Sedangkan koleksi Buki menggunakan kolagen laut, yang dikatakan sebagai bentuk kolagen paling murni dan paling aman. Juga dikatakan bahwa kolagen laut lebih mudah diserap oleh tubuh kita karena ukuran molekul yang lebih kecil.
Buki mengeluarkan pernyataan untuk hal ini, di mana pihaknya hanya menyampaikan manfaat kolagen yang melembapkan langsung ke kulit.
Merek ini menggunakan teknologi state-of-the-art untuk benar-benar menanamkan kolagen di dalam serat kain, dan bukan hanya melapisinya. Stacy Bennett, co-founder Buki, mengatakan bahwa dua laboratorium yang berbeda menguji kain untuk mengevaluasi kinerjanya, keberlanjutan, dan keselamatan konsumen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia